PEPO.id - Meskipun ini mungkin merupakan ide bisnis kuliner saat ini, sejarah resep hotteok memiliki akar yang cukup dalam dan berasal dari Korea pada masa lalu.

Hotteok pertama kali muncul pada Dinasti Goryeo (918-1392), periode pertengahan dalam sejarah Korea.

Pada saat itu, hotteok sering disebut “yubu” atau “yubu-jabang”, yang berarti “kue gandum”, karena menggunakan adonan gandum utuh.

Hotteok awalnya terbuat dari adonan gandum utuh dan diisi dengan campuran gula merah, madu, dan kacang-kacangan.

Baca Juga: 8 Inspirasi OOTD Rok Plisket Nyaman, Makin Percaya Diri dengan Padupadan yang Menarik

Hotteok menjadi semakin populer di kalangan masyarakat Korea dan menjadi salah satu jajanan pinggir jalan yang paling populer.

Makanan penutup ini biasa dijual di Korea di pedagang kaki lima, toko roti, pasar tradisional, dan acara-acara khusus.

Hotteok tidak hanya populer di Korea, tapi juga menarik perhatian di luar Korea.

Sejarah yang panjang dan cita rasa manis yang lezat membuat hotteok tetap menjadi camilan klasik Korea yang dicintai oleh banyak orang hingga saat ini.

Baca Juga: Mantan Wartawan Seniot Jawa Pos Nekad Gowes dari Surabaya ke Jakarta Demi Tuntut Dana Tunjangan Hari Tua

Hitteok adalah pancake otentik Korea yang diisi dengan gula cokelat, kacang tanah, atau selai manis. Intip resep hotteok otentik Korea berikut yang telah Pepo.id siapkan.

Bahan-bahan untuk adonan:

- 2 cangkir tepung terigu serbaguna

- 2 sendok makan gula pasir

- 1 sendok makan ragi instan

- 1/4 sendok teh garam

- 3/4 cangkir air hangat

Baca Juga: Cara Menggunakan YTMP3 untuk Membuat Playlist MP3 Personal dari YouTube

- 1 sendok makan minyak sayur (misalnya minyak canola atau minyak biji bunga matahari)

- Minyak untuk menggoreng

Bahan-bahan untuk isian:

- Gula cokelat (atau gula merah cincang)

- Kacang tanah panggang yang dihancurkan

- Selai manis (misalnya selai kacang atau selai stroberi) sesuai selera

Cara membuat:

1. Siapkan mangkuk besar dan campurkan tepung terigu, gula pasir, ragi instan, dan garam. Aduk rata.

2. Tuangkan air hangat sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil terus diaduk. Lanjutkan hingga semua bahan tercampur dengan baik dan membentuk adonan yang lembut dan elastis. Jika adonan terlalu kering, tambahkan sedikit air; jika terlalu basah, tambahkan sedikit tepung.

3. Tuangkan minyak sayur ke dalam tangan Anda dan gosokkan ke permukaan adonan. Tutup mangkuk dengan serbet atau kain bersih dan biarkan adonan mengembang selama sekitar 1-2 jam di tempat yang hangat, hingga ukurannya hampir dua kali lipat.

4. Sambil menunggu adonan mengembang, siapkan bahan isian sesuai selera Anda, misalnya gula cokelat, kacang tanah hancur, atau selai manis. Letakkan isian dalam mangkuk terpisah.

5. Setelah adonan mengembang, panaskan wajan datar dengan sedikit minyak pada api sedang.

6. Ambil sejumput adonan dan pipihkan dengan tangan. Letakkan satu sendok makan isian di tengah adonan, lalu rapatkan tepi adonan ke atas, membentuk bola.

7. Letakkan bola adonan ke dalam wajan yang sudah dipanaskan dan tekan perlahan hingga menjadi pancake pipih dengan ketebalan sekitar 1 cm.

8. Goreng hotteok di kedua sisi hingga berwarna kecokelatan dan garing. Pastikan gula cokelat atau isian lainnya meleleh di dalam pancake.

9. Angkat hotteok dari wajan dan tiriskan minyak berlebih dengan meletakkannya di atas kertas tisu.

10. Hotteok siap disajikan! Nikmati camilan manis Korea ini selagi masih hangat.

Hotteok paling enak dimakan saat masih segar dan hangat. Jika ingin menyimpannya, Kamu bisa memanaskannya lagi sebelum disajikan. Selamat berhotteok-hotteok!***