PEPO.id -- Musim hujan akhir-akhir ini rawan dengan tambahan angin badai yang menyebabkan banjir di pemukiman warga.

Pada saat ini biasanya anak-anak akan memanfaatkan air sungai yang pasang tersebut untuk bermain. Namun tahukah kamu kalau air banjir ini justru dapat membawa penyakit pada anak?

Sebaiknya kebiasaan ini dihindari, yuk kenalli alasannya!

Baca Juga: Point Coffee, Salah Satu Gerai Kopi Kesukaan Anak Muda. Yuk Intip Rekomendasi Minumannya!

1. Air Kotor

Seperti yang kita ketahui, air banjir yang menggenang di pemukiman warga berasal dari air sungai atau kali yang meluap. Air ini, sayangnya biasanya berasal dari sumber air yang tercemar dengan limbah.

Seperti sampah, limbah rumah tangga, bahkan limbah pabrik. Yang pastinya bisa ditebak bahwa air ini kotor dan tidak sehat apabila masuk kedalam tubuh manusia, terlebih anak kecil.

Kotoran dari jalanan juga dapat masuk ke dalam air banjir yang menggenang tersebut. 

2. Sumber Penyakit

Baca Juga: Nataru Sebentar Lagi! Kenali Beberapa Tips Mudik Dengan Motor yang Aman dan Baik

Bersambung dari penjelasan sebelumnya, kotoran pada air banjir ini dapat membawakan beberapa penyakit apabila terpapar oleh tubuh.

Dilansir dari Alodok, resiko gangguan pencernaan yang disebabkan oleh kuman dapat mengintai.

Secara medis, gangguan pencernaan diartikan sebagai berbagai jenis masalah yang terjadi pada sistem pencernaan tubuh, dari mulut hingga anus. Gangguan kesehatan ini dapat terjadi akibat infeksi bakteri, virus, dan parasit, yang terdapat di air banjir.

Selain gangguan pencernaan, Anak juga dapat terpapar penyakit kulit akibat kontak dengan air kotor tadi. Anak dapat beresiko terkena penyakit kulit, seperti gatal-gatal, ruam kulit, kutu air dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Jangan Lewatkan Kabar Gembira Untuk Penggemar Toy Story!

Selanjutnya, anak juga beresiko terpapar penyakit Leptospirosis yang tersebar melalui paparan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine atau darah hewan pembawa bakteri penyebab leptospirosis. 

Gejalanya yang muncul pada penyakit ini baru bisa dilihat setelah 10 hari kemudian. Gejalanya seperti; demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot, mual dan sakit ternggororkan.

3. Bahaya Di Dalam Air

Selain bahaya penyakit dari paparan air, kamu juga perlu berhati-hati dengan bahaya yang ada di dalam air banjir tersebut.

Berhubung air banjir bersumber dari sungai atau kali terdekat, dikhawatirkan ada bahaya seperti binatang berbahaya yang berenang di dalam air, seperti kecoa, ular, atau biawak yang terkenal ganas.

Baca Juga: Berkenalan Dengan Odeng atau Oden, Jajanan Hits Yang Digemari Kalangan Muda. Apa Perbedaannya?

Selain hewan, kamu juga perlu waspada dengan bahaya aliran listrik yang tertutup dengan air banjir. Seperti kabel-kabel atau peralatan listrik yang tertutup air. 

Kemudian, bahaya lainnya adalah seperti serpihan kaca atau puing-puing yang dapat mengancam anak saat berada di dalam air.

Jadi, Sebaiknya hindari bermain di air banjir dan selalu prioritaskan keselamatan, terutama dengan menjaga anak-anak agar tidak mendekati area yang tergenang dan berpotensi berbaya.

Apabila diharuskan untuk melewati air banjir, gunakan pengaman yang sesuai dan berhati-hati saat melangkah.

(Najla Nadhifa W)