PEPO.id - Tepung maizena, salah satu jenis tepung yang banyak digunakan dalam berbagai resep kuliner, ternyata menyimpan sejumlah manfaat kesehatan. Namun, seperti halnya bahan makanan lainnya, penggunaannya tetap harus dibatasi agar tidak menimbulkan efek samping.

Tepung maizena, dikenal juga sebagai corn starch, berasal dari pati jagung yang diekstraksi dari bagian endosperma. Berbeda dengan tepung jagung yang menggunakan seluruh bagian biji, termasuk kulit dan lembaga.

Karena hanya mengandung endosperma, maizena memiliki warna lebih putih dan tekstur yang lebih lembut dibandingkan tepung jagung yang warnanya kekuningan dan bertekstur kasar.

Baca Juga: Mau Energi Optimal dan Nutrisi Seimbang di Pagi Hari? Berikut Rekomendasi Makanan Sehat yang Cocok di Konsumsi Saat Pagi Hari

Umumnya, maizena digunakan untuk mengentalkan sup, saus, atau kuah dalam masakan oriental, seperti pada hidangan khas Tiongkok. Selain itu, maizena kerap digunakan dalam adonan kue untuk menghasilkan tekstur yang lebih empuk dan kenyal.

Walaupun penggunaannya umumnya sedikit, tepung maizena tetap memiliki kandungan nutrisi yang berguna. Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram maizena terdapat:

  • Kalori: 341 kkal
  • Karbohidrat: 85 g
  • Serat: 7 g
  • Protein: 0,3 g
  • Lemak: 0 g
  • Kalsium: 20 mg
  • Fosfor: 30 mg
  • Zat besi: 1,5 mg
  • Kalium: 9 mg
  • Natrium: 6 mg
  • Zinc: 1,6 mg
  • Tembaga: 0,22 mg
  • Vitamin B1: 0 mg
  • Vitamin B2: 0,09 mg
  • Vitamin B3: 1,3 mg

Baca Juga: Ulat Sagu Bisa Dimakan? Ini Kandungan Gizi dan 5 Manfaat Kesehatannya

Namun, karena penggunaannya dalam masakan biasanya hanya 1–2 sendok makan (sekitar 8–16 gram), maka asupan gizinya hanya sekitar 20% dari jumlah optimal dalam 100 gram.

Meski demikian, tepung maizena tetap dapat memberikan manfaat, seperti:

1. Menambah energi
Kandungan karbohidrat yang tinggi pada maizena dapat dengan cepat diubah menjadi glukosa yang digunakan tubuh sebagai bahan bakar energi. Ini berguna bagi atlet atau mereka yang beraktivitas fisik tinggi.

2. Mengelola hipoglikemia
Glukosa dalam maizena bermanfaat bagi penderita hipoglikemia, khususnya jenis yang terjadi di malam hari (nokturnal). Beberapa studi menunjukkan konsumsi maizena mentah sebelum tidur mampu menjaga kadar gula darah stabil hingga 8 jam.

Baca Juga: Nanas, Buah Tropis yang Kaya Manfaat: Dari Daya Tahan Tubuh hingga Kesehatan Kulit

3. Membantu penderita disfagia
Tekstur lembut dan kental dari makanan dengan campuran maizena dapat mempermudah proses menelan bagi penderita disfagia, terutama lansia atau pasien pasca-stroke.

4. Bebas gluten
Maizena adalah pilihan tepat bagi penderita penyakit Celiac karena tidak mengandung gluten. Namun, tetap penting memeriksa label “gluten free” pada kemasan untuk memastikan tidak ada kontaminasi bahan lain seperti gandum.

Meski banyak manfaatnya, konsumsi maizena dalam jumlah besar juga mengandung risiko. Salah satu peringatan penting adalah indeks glikemiknya yang tinggi, yang bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat.

Baca Juga: Beda dengan Teratai, Ini Makna dan 6 Manfaat Bunga Lotus yang Jarang Diketahui

Hal ini menjadikan tepung maizena kurang ideal dikonsumsi berlebihan, terutama oleh penderita diabetes tipe 2. Selain itu, sebagai karbohidrat olahan, maizena minim nutrisi karena proses pengolahannya menghilangkan sebagian besar serat dan protein alami jagung.

Sebuah penelitian dalam jurnal PloS One bahkan menyebutkan bahwa pola makan tinggi karbohidrat olahan dan indeks glikemik tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, hipertensi, penyakit jantung, dan sindrom metabolik.

Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi tepung maizena sebanyak 1–2 sendok makan per hari. Gunakan seperlunya saja untuk mengentalkan masakan atau memperbaiki tekstur makanan.

Baca Juga: Meski Pahit, Pare Kaya Manfaat: Ini 5 Khasiat Kesehatan dari Buah Pare

Sebagai tambahan, penting untuk tetap menjalani pola makan yang seimbang dengan mengonsumsi cukup serat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dari berbagai sumber makanan lainnya agar kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi secara optimal.