PEPO.id - Puasa merupakan salah satu ibadah yang diperintahkan Allah SWT.
Puasa baik yang wajib ataupun yang sunnah juga sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Dalam setiap ibadah yang diperintahkan Allah, selalu mengandung hikmah dan kebaikan bagi setiap hamba yang menjalankannya, termasuk puasa.
Tidak sedikit pula praktisi kesehatan mengajak masyarakat untuk menjaga imun tubuh dengan menjalankan pola hidup sehat.
Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karir Ammar Zoni, Suami Irish Bella yang Ditangkap Polisi
Pola hidup sehat tidak saja bisa diperoleh sebatas makanan dan olahraga.
Ibadah juga mampu menghadirkan kesehatan bagi pelakunya. Dalam hal ini adalah puasa.
Banyak penelitian dilakukan dan sudah banyak dibuktikan bahwa puasa mampu meningkatkan imunitas tubuh manusia.
Puasa dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, sebab fungsi dari sel-sel getah bening akan membaik 10 kali lipat. Seperti dilansir dari P2PTM Kemkes.
Baca Juga: Makanan Terkenal Klaten yang Wajib Dicoba saat Libur Akhir Pekan Bersama Keluarga
Orang yang melakukan puasa, sel-sel organ tubuhnya akan melakukan proses regenerasi atau pembaharuan, dengan sangat baik.
Selain itu, ketika puasa, proses detoksifikasi yaitu pembuangan zat-zat atau racun yang tidak diperlukan oleh tubuh, akan dilakukan secara optimal.
“Seakan-akan tersirat pesan untuk umat Islam khususnya untuk memperbanyak puasa-puasa sunnah,” tulisnya dalam akun Instagram Penggagas Jurus Sehat Rasulullah (JSR) dr. Zaidul Akbar.
Empat bulan mulia di mana umat islam dapat melakukan puasa-puasa sunnah tersebut adalah Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.
Baca Juga: Artis Berinisial AZ Ditangkap Polisi Diduga Terkait Penyalahgunaan Narkoba, Siapakah Dia?
Namun dalam empat bulan mulia itu ada pengecualian hari bagi umat Islam dilarang melaksanakan puasa, seperti hari raya Idul Adha.
Lebih menarik lagi, dalam empat bulan mulia ini, jika melaksanakan ibadah maka akan dilipatkgandakan pahalanya oleh Allah.
Sebaliknya juga demikian, dalam melakukan maksiat, maka akan dilipatgandakan juga dosanya.
“Hati-hati, semoga Allah jauhkan kita dari dosa dan maksiat,” katanya mengingatkan.
“Jadi yang bisa berpuasa, puasalah sebanyak-banyaknya di bulan ini, karena Allah ya niatnya,” tutur dia.
Baca Juga: Wisata Kuliner Klaten 2023 yang Wajib Dicicipi, Tempatnya Selalu Ramai Diserbu Wisatawan
Pendakwah kelahiran 1977 tersebut juga mengingatkan bahwa berpuasa bukan dengan niat meningkatkan imun, tapi karena Allah.
“Puasa untuk mendapatkan efek ‘samping’ imunitas yang meningkat dari kebaikan puasa tersebut,” katanya.
Adapun puasa sunah boleh dilaksanakan setiap hari, tapi tentu tidak sebulan penuh.
“Intinya jangan sama seperti puasa Ramadhan,” kata dr. Zaidul Akbar.
“Jika puasa sunnah ini menjadi program bersama di keluarga, selain dapat pahala, imunitas sekeluarga akan dijaga Allah,” tutur dia.
“Tentu sahur dan berbuka dengan makanan yang baik, tidak ‘ngasal’ agar tubuh benar-benar fit,” ucap dia lagi.***


