PEPO.id - Menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit dapat dimulai dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang. Gizi seimbang adalah pola makan yang mencakup semua jenis nutrisi dalam takaran sesuai kebutuhan tubuh, tanpa menghilangkan salah satunya.
Asupan gizi seimbang penting untuk menjaga daya tahan tubuh, mendukung fungsi organ, serta mencegah berbagai penyakit kronis. Untuk itu, pemenuhan kebutuhan nutrisi harian tidak bisa diabaikan.
Untuk mencapainya, penting mengonsumsi berbagai kelompok makanan karena setiap jenis mengandung nutrisi berbeda yang saling melengkapi.
Baca Juga: Kaya Gizi, Ini 7 Manfaat Buah Kelengkeng untuk Kesehatan Tubuh
Tubuh memerlukan asupan makronutrien seperti protein, lemak, dan karbohidrat dalam jumlah yang memadai. Selain itu, mikronutrisi berupa vitamin dan mineral juga penting bagi fungsi tubuh.
Selain itu, serat dan cairan juga harus tercukupi, karena kekurangannya dapat mengganggu sistem pencernaan dan proses metabolisme.
Untuk mempermudah penerapan prinsip gizi seimbang, kini dikenal panduan praktis yang disebut “panduan piring makan”. Panduan ini menggantikan ilustrasi piramida makanan yang digunakan sebelumnya.
Baca Juga: Tepung Maizena: Manfaat Kesehatan, Kandungan Gizi, dan Batas Konsumsinya
Berikut adalah poin-poin panduan piring makan yang bisa diterapkan:
- Setengah bagian dari piring makan sebaiknya diisi oleh aneka sayuran dan buah dengan warna serta jenis yang bervariasi.
- Seperempat bagian lainnya dapat diisi oleh sumber protein dan lemak sehat seperti daging ayam, ikan, atau kacang-kacangan. Konsumsi daging merah atau olahan seperti sosis sebaiknya dibatasi.
- Seperempat sisanya diisi dengan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, gandum utuh, biji-bijian, atau pasta. Hindari sumber karbohidrat olahan dan makanan tinggi gula, seperti biskuit dan kue manis.
- Saat memasak, pilihlah minyak sehat seperti minyak zaitun, kanola, kedelai, atau jagung. Sebisa mungkin jauhi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans yang dapat memicu penyakit jantung.
- Konsumsi air putih minimal 8 gelas per hari. Konsumsi susu dan produk turunannya, serta minuman tinggi gula, seperti jus buah manis, sebaiknya dibatasi.
Jika Anda mengonsumsi makanan kombinasi seperti spageti dengan bakso dan sayuran, tetap perhatikan komposisi gizinya. Usahakan sayuran tetap menjadi porsi terbanyak dalam satu sajian dibandingkan pasta maupun daging.
Hindari penggunaan saus instan atau siap pakai dalam jumlah berlebihan. Saus seperti itu bisa mengandung kadar lemak, gula, dan garam yang tinggi.
Baca Juga: Ulat Sagu Bisa Dimakan? Ini Kandungan Gizi dan 5 Manfaat Kesehatannya
Menjaga pola makan seimbang sebaiknya dibarengi dengan gaya hidup aktif dan kebiasaan berolahraga. Gizi seimbang akan lebih optimal jika diimbangi dengan aktivitas fisik.
Olahraga membantu mencegah kelebihan kalori yang berujung pada penumpukan lemak tubuh. Kalori yang tidak dibakar akan disimpan sebagai lemak, yang bisa menyebabkan berat badan meningkat.
Aktivitas fisik secara rutin juga mampu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Anda cukup berolahraga selama 30 menit per hari, sebanyak lima kali dalam seminggu, atau minimal 150 menit setiap minggunya.
Baca Juga: Dari Pola Makan Hingga Aktivitas Fisik: Tips Mencegah Penyakit Diabetes Pada Remaja
Panduan piring makan untuk gizi seimbang ini bisa diterapkan oleh semua orang, termasuk yang ingin menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan ideal.
Namun, panduan ini tidak cocok diterapkan pada anak-anak di bawah usia dua tahun, karena kebutuhan nutrisi mereka berbeda. Demikian pula bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu.
Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau kebutuhan khusus, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi agar mendapatkan pola makan yang sesuai kondisi tubuh.
Baca Juga: Tips Meratakan Perut Buncit Secara Mudah dan Cepat, Perbaiki Pola Makan Anda

