PEPO.id - Gula aren kini semakin populer sebagai pilihan pemanis alami yang dianggap lebih sehat dibandingkan dengan gula pasir. Gula aren sering dianggap lebih rendah kalori, bebas lemak dan kolesterol, serta mengandung banyak mineral penting untuk tubuh.
Anggapan tersebut tentu memancing rasa penasaran. Apakah benar gula aren lebih sehat dibandingkan gula pasir? Mari telusuri jawabannya lewat fakta dan komposisi nutrisinya.
Gula aren berasal dari nira pohon aren atau enau yang mengalami proses kristalisasi. Karena warnanya cokelat gelap, gula aren sering disamakan dengan brown sugar, padahal brown sugar berasal dari gula tebu yang ditambahkan molases.
Baca Juga: Berikut 3 Efek Dari Mengurangi Konsumsi Gula, Kunci Utama Diet Sehat Yang Ampuh
Perbedaan bahan baku dan proses pengolahan membuat gula aren dan gula pasir memiliki kandungan nutrisi yang berbeda. Gula aren cenderung mengandung lebih banyak mineral dibandingkan gula pasir yang hanya menyediakan kalori tanpa nutrisi tambahan.
Inilah perbandingan nilai gizi antara 100 gram gula aren dan gula pasir:
| Nutrisi | Gula Aren | Gula Pasir |
|---|---|---|
| Energi | 368 kal | 394 kal |
| Karbohidrat | 92 g | 94 g |
| Lemak | 0 | 0 |
| Kalsium | 75 mg | 5 mg |
| Fosfor | 35 mg | 1 mg |
| Besi | 3 mg | 0,1 mg |
| Natrium | 15 mg | 1 mg |
| Kalium | 390 mg | 4,8 mg |
| Vitamin B2 | 0,01 mg | 0 |
Baca Juga: Bawang Putih Mentah, Rahasia Alami Turunkan Gula Darah dan Jaga Jantung
Dari tabel tersebut, terlihat jelas bahwa gula aren lebih unggul dalam hal kandungan mineral seperti kalium, kalsium, fosfor, besi, dan natrium. Gula aren juga mengandung vitamin B2, yang tidak ditemukan pada gula pasir.
Kandungan nutrisinya membuat gula aren dianggap memberikan manfaat kesehatan yang lebih unggul dari gula pasir. Meski tetap tinggi kalori, beberapa keuntungan konsumsi gula aren telah didukung oleh studi nutrisi.
Berikut adalah sejumlah manfaat gula aren untuk kesehatan:
1. Menjadi sumber energi
Gula aren menyediakan kalori yang cukup untuk menghasilkan energi, seperti halnya gula pasir. Meski begitu, penderita diabetes perlu waspada karena baik gula aren maupun gula pasir memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi.
Baca Juga: Daftar Makanan Sehat Yang Bisa Menurunkan Gula Darah Tinggi Pada Penderita Diabetes
2. Mendukung kesehatan tulang
Kandungan kalsium, kalium, dan fosfor dalam gula aren dapat membantu menjaga kekuatan tulang dan gigi, menjadikannya pemanis yang lebih ramah bagi sistem rangka tubuh.
3. Menangkal efek radikal bebas
Gula aren mengandung vitamin B2 atau riboflavin yang memiliki efek antioksidan, berguna untuk melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel dan DNA.
4. Membantu produksi sel darah merah
Kandungan vitamin B2 pada gula aren turut mendukung pembentukan sel darah merah, terutama bila dikombinasikan dengan vitamin B lain.
Baca Juga: Manfaat Buah Naga Kuning Bagi Kesehatan, Salah Satunya Menurunkan Gula Darah
5. Menurunkan tekanan darah
Tingginya kandungan kalium pada gula aren mendukung fungsi jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu, gula ini cocok dijadikan pemanis alternatif bagi penderita hipertensi.
Meskipun gula aren memiliki sejumlah kelebihan, bukan berarti boleh dikonsumsi secara berlebihan. Batas konsumsi gula harian tetap perlu diperhatikan demi menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Batas konsumsi gula yang disarankan untuk orang dewasa adalah maksimal 30 gram atau sekitar 7 sendok teh per hari. Sementara itu, anak usia 2–10 tahun disarankan tidak lebih dari 19–24 gram atau sekitar 4–6 sendok teh per hari.
Baca Juga: Manfaat Konsumsi Buah Ara Bagi Kesehatan, Salah Satunya Mengontrol Gula Darah
Kesimpulannya, setiap jenis gula memiliki sisi positif dan negatif, dan pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan nutrisi dan kondisi kesehatan masing-masing orang.
Jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memilih jenis pemanis yang tepat.

