PEPO.id - Menerapkan pola makan vegetarian secara langsung bukanlah hal mudah bagi semua orang. Bagi mereka yang masih terbiasa mengonsumsi daging, diet flexitarian bisa menjadi pilihan transisi yang tepat menuju gaya hidup sehat dan lebih ramah lingkungan.

Pola makan flexitarian mengutamakan asupan berbasis tumbuhan namun tetap memperbolehkan konsumsi produk hewani dalam porsi kecil. Diet ini dikembangkan oleh ahli gizi Dawn Jackson Blatner sebagai alternatif diet vegetarian yang tidak terlalu ketat.

Istilah "flexitarian" menggabungkan kata "fleksibel" dan "vegetarian", mencerminkan pendekatan yang tetap memungkinkan konsumsi daging tanpa mengesampingkan prinsip pola makan nabati.

Baca Juga: Diet Telur Rebus: Efektif Turunkan Berat Badan, Tapi Waspadai Risiko pada Ginjal

Tidak seperti pola makan vegetarian atau vegan yang ketat, diet flexitarian masih memperbolehkan konsumsi produk hewani dalam batas tertentu. Konsumsi daging, telur, dan susu tetap diperbolehkan selama porsinya tidak berlebihan.

Diet vegetarian biasanya menyingkirkan daging dan kadang juga produk turunan hewan, sementara vegan sama sekali tidak mengonsumsi daging, ikan, telur, atau susu. Diet flexitarian menawarkan jalur yang lebih ringan untuk menjalani gaya hidup plant-based.

Pola makan ini tidak memiliki aturan ketat terkait jumlah kalori atau nutrisi tertentu. Sebaliknya, diet ini lebih menekankan prinsip hidup sehat yang berkelanjutan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Diet Tanpa Tersiksa?Berikut 5 Tips Diet Sehat Tanpa Menyiksa

Beberapa prinsip dasar diet flexitarian meliputi konsumsi makanan nabati seperti buah, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan secara dominan. Asupan protein hewani tetap ada, tetapi porsinya lebih kecil dibanding makanan nabati.

Selain itu, diet ini mendorong pemilihan makanan utuh yang diolah sendiri, bukan makanan instan atau yang tinggi pemanis tambahan. Fleksibilitas inilah yang membuat diet ini mudah diikuti oleh siapa pun.

Penerapan diet flexitarian dilakukan secara bertahap dalam tiga level, disesuaikan dengan kemampuan tubuh dalam menyesuaikan diri dengan pola makan nabati. Setiap tahap dirancang untuk membantu tubuh menyesuaikan secara perlahan.

Baca Juga: Populer Untuk Diet, Apa Sih Keistimewaan Kopi Americano?

Tahap 1:
Pada fase awal, Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi daging selama dua hari dalam seminggu. Sisa lima hari, konsumsi daging dibatasi maksimal 800 gram. Mulailah dengan porsi kecil, misalnya 85 gram per sajian.

Tahap 2:
Setelah tubuh mulai menyesuaikan, tingkatkan durasi menjadi tiga hingga empat hari per minggu tanpa daging, sementara pada hari lainnya konsumsi daging dibatasi maksimal 500 gram.

Tahap 3:
Lakukan diet vegetarian selama lima hari dalam seminggu. Dalam dua hari yang diperbolehkan mengonsumsi daging, jumlahnya tetap dibatasi tidak melebihi 250 gram. Secara bertahap, tubuh akan menyesuaikan dengan pola nabati.

Baca Juga: Shirataki, Alternatif Karbohidrat Sehat Yang Cocok Untuk Diet

Agar sukses menjalani diet ini, fokuslah pada asupan makanan nabati seperti protein dari kedelai, tempe, tahu, lentil, dan kacang polong. Sayuran non-tepung seperti bayam, wortel, dan kembang kol sangat dianjurkan.

Sayuran bertepung seperti ubi, labu, dan jagung juga bisa menjadi sumber karbohidrat. Untuk variasi, konsumsi buah-buahan segar seperti apel, jeruk, anggur, dan beri setiap hari.

Konsumsi biji-bijian utuh seperti quinoa, oatmeal, dan beras merah dianjurkan secara teratur dalam menu harian. Tambahkan lemak sehat dari alpukat, kenari, biji chia, serta alternatif susu nabati seperti susu kedelai dan santan tanpa pemanis.

Baca Juga: Air Hangat vs Air Dingin. Mana Yang Lebih Cocok Untuk Proses Diet?

Gunakan bumbu alami seperti jahe, kunyit, bawang putih, serta bumbu rendah gula dan rendah garam seperti kecap rendah natrium atau saus tomat alami. Hindari makanan ultra-proses dan tinggi gula tambahan.

Untuk sumber hewani yang boleh dikonsumsi, Anda bisa memilih telur, ikan, ayam, susu, keju, yoghurt, dan daging merah dalam porsi kecil. Pastikan semua dikonsumsi seimbang dan tidak lebih dominan dari makanan nabati.

Dengan pendekatan yang tidak kaku, diet flexitarian menjadi solusi tepat bagi Anda yang ingin hidup lebih sehat tanpa harus meninggalkan daging sepenuhnya. Pola makan ini juga mendukung gaya hidup berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Berikut 3 Efek Dari Mengurangi Konsumsi Gula, Kunci Utama Diet Sehat Yang Ampuh