PEPO.id – Ditengah perkembangan tren hidup sehat dan ramah lingkungan, vegetarianisme dan veganisme telah menjadi pilihan utama bagi banyak orang di Indonesia.
Fenomena ini tidak hanya terbatas pada komunitas tertentu, tapi telah menyebar luas dan mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan.
Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan adalah motivasi utama orang untuk beralih ke diet berbasis tumbuhan.
Baca Juga: Danyang Mahar Tukar Nyawa: Pengorbanan Cinta yang Terjebak dalam Pesugihan
Karena lebih banyak serat, vitamin, dan mineral, serta kurangnya lemak jenuh dan kolesterol, diet berbasis tanaman dianggap lebih sehat dan dapat mencegah penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Produksi daging diketahui berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca dan deforestasi.
Peralihan ke menu plant-based dirasa sebagai langkah bijaksana untuk mengurangi jejak karbon dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
Industri kuliner di Indonesia telah meberikan respons positif terhadap tren vegetarianisme dan veganisme ini.
Banyak restoran dan kafe mulai menyertakan makanan berbasis tumbuhan dalam porsi mereka, memberi orang lebih banyak pilihan untuk mengikuti pola makan ini.
Beberapa restoran memang memiliki 90% pelanggan yang non-vegan, tapi tetap puas dengan lezatnya masakan vegetarian.
Baca Juga: Kekacauan Alien Lucu Kembali Diperlihatkan Oleh Disney Pada Teaser Trailer Live-Action Lilo & Stitch
Generasi muda di Indonesia pun ikut berpartisipasi aktif dalam popularitas trend ini. Mereka sadar akan manfaat lebih makanan berjenis nabati, meskipun tidak ingin berkomitmen total.
Pandemi COVID-19 malah membuat mereka lebih sadar akan kesehatan dan lingkungan, sehingga minat menyantap makanan sehat terus tumbuh.
Selain itu, tradisi kuliner lokal, seperti gado-gado dan pecel, sudah lama berbasis pada makanan berbasis tanaman, sehingga lebih mudah bagi masyarakat untuk menyesuaikan menu plant-based.
(Dinda Putri R)


