PEPO.id - Sebuah tim ilmuwan Inggris telah menemukan bakteri yang umumnya menyebar melalui kotoran, ceret, gagang pintu lemari es, mesin kopi, dan tombol microwave.

Ahli mikrobiologi dari Liverpool School of Tropical Medicine (LSTM) di Inggris sekaligus kepala peneliti, Adam Roberts menyebut risiko penyebaran bakteri berasal dari orang yang tidak mencuci tangan dengan bersih setelah pergi ke toilet.

"Potensi efek samping dari ini jika seseorang yang lebih rentan terhadap infeksi kemudian menyentuh permukaan yang sama, mereka mungkin berisiko menjadi sakit," kata Adam seperti dikutip dari laman The Sun.

Baca Juga: Jenguk Ammar Zoni di Polres Metro Jakarta Selatan Seorang Diri, Irish Bella: Saya Mohon Doa

 

Untuk mendapatkan sampel bakteri, tim mengambil swab dari area dapur bersama ruang kantor dan dari area pekerja konstruksi.

Hasilnya, mereka menemukan beberapa jenis bakteri, termasuk Escherichia coli (E. coli). Ini adalah bakteri umum yang dapat menyebabkan berbagai gangguan pencernaan, seperti diare dan infeksi saluran kemih (ISK).

Bakteri Pseudomonas yang sering dikaitkan dengan infeksi pernapasan seperti pneumonia juga ditemukan. Sedangkan Klebsiella, mikroba yang juga menyebabkan pneumonia dan menyebar melalui feses, ditemukan di hampir 11 jenis peralatan dapur.

Baca Juga: Cara Menaikkan Tekanan Darah Rendah Agar Tubuh Tidak Cepat Lelah dan Pusing

Direktur Kesehatan Masyarakat untuk Warrington, Thara Raj, mengatakan pegangan pintu lemari es, mesin kopi, dan ceret tampaknya menjadi sarang bakteri. Semua barang tersebut adalah yang sering dipegang orang setiap hari.

"Hal utama yang perlu diingat adalah bakteri ini sama sekali tidak terlihat oleh mata telanjang. Jadi, meskipun barang-barang ini terlihat bersih, sebenarnya bisa menjadi rumah bagi banyak mikroba yang berbeda," ucap dia.

Studi ini merupakan bagian dari kampanye Simple Things untuk mendorong orang membantu mengurangi penyebaran penyakit seperti flu, norovirus, dan flu biasa. Ini dilakukan ketika kasus norovirus berada pada level tertinggi dalam lebih dari satu dekade.***