PEPO.id - Asam lambung memiliki peran penting dalam proses pencernaan tubuh manusia. Namun, bila kadarnya tidak seimbang, terlalu tinggi atau rendah dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan yang serius.

Gangguan yang bisa timbul akibat kadar asam lambung tidak normal antara lain nyeri perut, kembung, mual, hingga diare. Bila kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan medis, potensi berkembangnya penyakit kronis akan meningkat.

Asam lambung adalah zat yang dihasilkan secara alami oleh lambung. Ia berfungsi membantu proses pencernaan makanan sekaligus membunuh kuman berbahaya yang mungkin masuk ke tubuh lewat makanan.

Baca Juga: Ini Dia Makanan Sehat yang Bisa Mencegah Gejala Asam Lambung Naik

Kekurangan asam lambung membuat tubuh tidak mampu menyerap nutrisi penting, seperti protein, vitamin, dan mineral secara optimal. Oleh sebab itu, menjaga keseimbangan kadar asam lambung sangat krusial untuk kesehatan.

Dalam kondisi kekurangan asam lambung atau hipokloridia, gejala yang muncul bisa berupa perut kembung, sering bersendawa, diare, dan rasa lemas. Beberapa penderita juga mengalami mual dan sering buang angin.

Masalah pencernaan akibat hipokloridia yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan defisiensi gizi. Proses penyerapan vitamin B12 dan zat besi dapat terhambat, yang kemudian berisiko menyebabkan anemia.

Baca Juga: 5 Jenis Makanan yang Aman Dikonsumsi Bagi Penderita Asam Lambung, Salah Satunya Pisang

Sementara itu, jika kadar asam lambung berlebih, masalah yang timbul pun tak kalah serius. Salah satu gangguan umum yang terjadi adalah heartburn atau nyeri di bagian ulu hati.

Heartburn ditandai dengan rasa panas atau terbakar yang menjalar dari bagian dada ke leher. Rasa perih ini bisa semakin parah saat seseorang membungkuk atau berbaring, dan sering terjadi usai makan besar.

Gangguan lain yang sering menyertai tingginya asam lambung adalah GERD atau gastroesophageal reflux disease. GERD adalah kondisi kronis saat asam lambung naik ke kerongkongan dan mengiritasi dindingnya.

Baca Juga: Cara Mengatasi Asam Lambung saat Puasa, Salah Satunya Kurangi Asupan Kafein

Penderita GERD biasanya mengalami nyeri ulu hati lebih dari dua kali seminggu. Jika tak diatasi, kondisi ini bisa memicu komplikasi seperti radang kerongkongan atau esofagitis.

Selain nyeri, GERD juga bisa menyebabkan gigi rusak. Asam yang naik ke mulut dapat mengikis email gigi secara perlahan, yang tanpa perawatan rutin bisa menyebabkan kerusakan permanen.

Ketika asam lambung terhirup ke saluran napas, kondisi ini dapat memperparah asma atau menyebabkan infeksi paru seperti pneumonia.

Baca Juga: Tips Menjalankan Puasa Bagi Penderita Asam Lambung Agar Ibadah Lancar Maag Tidak Kambuh

Dalam beberapa kasus, GERD yang kronis bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih parah bernama esofagus Barrett. Ini adalah kerusakan jaringan di kerongkongan yang bisa berkembang menjadi kanker.

Esofagus Barrett umumnya tak menunjukkan gejala khusus, tetapi berkaitan erat dengan GERD yang tidak tertangani dalam jangka panjang. Maka dari itu, mengenali dan merespons gejala awal sangat penting agar tidak semakin parah.

Untuk menjaga keseimbangan asam lambung, disarankan untuk makan secara teratur, tidak terburu-buru saat makan, dan menghindari langsung berbaring setelah makan.

Baca Juga: Menjaga Kesehatan Pencernaan Dari Godaan Jajanan Menggiurkan

Jika Anda mengalami gejala seperti nyeri berat, muntah darah, feses hitam, atau kesulitan menelan, segera periksakan diri ke dokter. Deteksi dan pengobatan sejak dini dapat mencegah terjadinya komplikasi berat akibat masalah asam lambung.