Pepo – Produksi Falcon Pictures yang dirilis pada 15 Agustus lalu berhasil menarik perhatian penontonnya dengan penggabungan genre horror dan komedi khas nya.
Film yang merupakan hasil remake dari film Thailand ‘Pee Mak’ ini tengah diperbincangkan netizen di media sosial.
Film ini telah meraih 4,5 juta penonton sejak perilisan nya. Para penonton nya mengapresiasi konsep film yang menghibur tanpa menghilangkan esensi cerita asli.
Vino G. Bastian dan Marsha Timothy berhasil menghidupkan chemistry yang emosional dan kuat dalam setiap adegan dengan interaksi yang lucu.
Baca Juga: Tren Skincare untuk Cowok: Perawatan Kulit Sehat dan Terawat dengan Langkah Mudah
Salah satu kelebihan dalam film ini adalah kolaborasi antara elemen horror dan komedi yang khas dari pemain nya, seperti Indro Warkop dan Tora Sudiro.
Banyak dari para kritikus yang menyoroti elemen yang diambil dari film ‘Pee Mak’, dimana pada film ‘Kang Mak’ ini lebih berfokus pada unsur komedi.
Film ‘Kang Mak’ menghadirkan karakter dukun yang sebenarnya tidak ada dalam versi Thailand.
Karakter ini dimunculkan agar memberikan konteks budaya lokal yang kuat dan cara-cara yang digunakan untuk mengatasi hantu dalam budaya Indonesia.
Sinopsis
Film ‘Kang Mak’ mengisahkan seorang Makmur yang diperankan oleh Vino G. Bastian merupakan seorang tentara yang kembali dari medan perang untuk bertemu dengan istrinya, Sari (Marsha Timothy), yang sedang hamil.
Baca Juga: Barry Keoghan dan Jenna Orthega Akan Membintangi Film The Weeknd yang Berjudul “Hurry Up Tomorrow
Namun, ketika ia kembali ke rumah, ia mendapat kabar duka jika sang istri, Sari telah meninggal dunia dan arwahnya sekarang menghantui rumah mereka.
Makmur dan teman-temannya menghadapi berbagai peristiwa bodoh di desa mereka dan mencoba mengungkap kebenaran di balik kematian Sari.
Banyak aspek dari versi awal disimpan dalam film, tetapi dengan sentuhan lokal, membuatnya lebih menarik bagi penonton Indonesia.
Membuat penonton tertawa sambil merasakan ketegangan horor, skrip yang ditulis oleh Alim Sudio berhasil memadukan komedi slapstick dengan elemen budaya lokal.
Dengan berbagai perbedaan yang ada, ‘Kang Mak’ berhasil memberi penonton Indonesia pengalaman menonton yang berbeda sambil mempertahankan cerita asli ‘Pee Mak’.
(Dinda Putri R)

