PEPO.id - Film Assalamualaikum Baitullah menjadi salah satu karya religi yang tak biasa. Disutradarai oleh Hadra Daeng Ratu, film ini tidak sekadar menampilkan dokumentasi perjalanan ke tanah suci, tetapi menggali makna spiritual yang lebih dalam.

Dalam film ini, penonton tidak hanya diajak menyaksikan rangkaian ibadah haji atau umrah, melainkan juga ikut larut dalam perjalanan batin tokoh utamanya. Sebuah narasi tentang luka, kehilangan, dan usaha pulang ke jalan Tuhan.

Tokoh utama dalam film ini adalah seorang perempuan tanpa nama. Namanya memang tidak disebutkan, baik dalam trailer maupun materi promosi lainnya. Hal ini disengaja agar penonton bisa merasa bahwa kisahnya bisa menjadi milik siapa saja.

Baca Juga: Petualangan Maut di Jurassic World Rebirth, Misi Rahasia Lawan Dinosaurus Hybrid

Dikhianati oleh suaminya sendiri, perempuan ini tidak melampiaskan amarahnya dengan kemarahan. Ia memilih untuk pergi, bukan lari, melainkan untuk menghadapi rasa sakit itu secara langsung.

Perjalanannya membawanya ke tempat paling sunyi dan sakral bagi umat Islam: Baitullah. Ia datang bukan dengan semangat liburan, tetapi membawa luka yang hendak disembuhkan oleh keheningan dan doa.

Sepanjang perjalanan itu, ia menemukan banyak hal. Ia menyadari kekuatan yang selama ini tersembunyi dalam dirinya, dan menggali kembali makna iman yang sempat memudar.

Baca Juga: Petualangan Epik di Dunia Kubik, A Minecraft Movie Suguhkan Aksi dan Imajinasi Tanpa Batas

Film ini diperkuat oleh penampilan Michelle Judith yang tampil mengendap dan menghayati peran. Ia didampingi oleh jajaran aktor seperti Tissa Biani, Arbani Yasiz, dan Mqdad Addausy.

Menariknya, setiap karakter dalam film ini punya dunia sendiri. Mereka tidak hanya hadir sebagai pendukung, tetapi memiliki luka dan suara yang juga penting dalam keseluruhan kisah.

Sinematografi menjadi kekuatan utama dalam Assalamualaikum Baitullah. Kamera-kamera Hadra merekam lebih banyak keheningan dibandingkan dialog. Dan justru dari keheningan itulah emosi mengalir deras.

Baca Juga: Warkop DKI Kartun: Aksi Kocak Trio Legendaris dalam Format Animasi Modern

Beberapa adegan ibadah ditampilkan secara cepat, seolah kilasan. Namun, kesan spiritual tetap terasa kuat. Ada pula adegan menangis yang sengaja dibiarkan tanpa suara, membuatnya terasa lebih menusuk.

Film ini tidak menggembar-gemborkan dirinya sebagai film religi yang ingin menggurui. Justru sebaliknya, ia hadir dengan rendah hati, hanya ingin bercerita dan membiarkan penonton mengambil maknanya sendiri.

Hadra Daeng Ratu memahami bahwa perjalanan spiritual setiap orang sangat personal. Maka ia tidak menawarkan solusi atau kebenaran mutlak, melainkan membiarkan penonton membuka pintunya masing-masing.

Baca Juga: Tak Ingin Usai di Sini Tawarkan Kisah Cinta Tanpa Status dan Air Mata

“Jodoh adalah cerminan dari diri kita,” menjadi salah satu kutipan yang menggetarkan hati dari film ini. Sebuah pengingat bahwa relasi dan iman saling terkait dalam kehidupan.

Film ini sudah tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 17 Juli 2025. Diharapkan menjadi ruang refleksi bagi penonton yang juga sedang menapaki jalan pulang ke Tuhan.

Meski diposisikan sebagai film religi, Assalamualaikum Baitullah mampu menjangkau penonton dari berbagai latar belakang, karena tema besarnya adalah hal yang sangat manusiawi: luka dan pencarian makna.

Baca Juga: Jodoh Tiga Bujang Tawarkan Komedi Romantis Bernuansa Tradisi Makassar

Film ini bukan hanya tentang perjalanan ke Makkah, melainkan tentang perjalanan pulang. Pulang ke rumah, ke Tuhan, dan ke dalam diri sendiri.

Dengan pendekatan visual yang puitis dan narasi yang dalam, Assalamualaikum Baitullah menjadi film yang tak hanya ditonton, tetapi juga dirasakan.