PEPO.id - Film Home Sweet Loan (2024) menyuguhkan kisah inspiratif dan emosional tentang perjuangan seorang wanita muda bernama Kaluna yang bertekad memiliki rumah sendiri di tengah kerasnya hidup di Jakarta.
Cerita dibuka dengan Kaluna yang sedang meninjau rumah di kawasan Andara bersama tiga rekan kantornya, Danan, Mia, dan Tanis. Meski harganya terjangkau, kondisi rumah tersebut tak memuaskan karena kerusakan di dinding, WC, dan hawa panas, membuat Kaluna membatalkan niat membelinya.
Kaluna adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Dua kakaknya, Kamala dan Hendra, sudah menikah namun tetap tinggal di rumah orang tua selama delapan tahun. Suatu malam, Kaluna mengeluh pada Kamala karena enggan membantu pekerjaan rumah, tetapi hanya mendapat alasan lelah mengurus anak.
Baca Juga: Kisah Haru My Annoying Brother Versi Indonesia: Persaudaraan, Pengorbanan, dan Asa di Tengah Derita
Di malam yang sama, Kaluna memperlihatkan foto rumah incaran kepada pacarnya, Hansa. Namun, perbincangan mereka terhenti karena Hendra meminta bantuan mengisi token listrik. Meski awalnya enggan, Kaluna tetap membantu, meski merasa sering dimanfaatkan.
Keesokan harinya, Kaluna sibuk bekerja di kantor. Rekannya, Tanis, memuji masakan Kaluna dan menyarankan membuka usaha katering. Di tengah kesibukan, ibunya menelepon, meminta kamar Kaluna untuk dipakai dua keponakannya. Kaluna terkejut ketika pulang, kamarnya sudah ditempati, dan ia harus pindah ke kamar pembantu.
Perselisihan memuncak saat Kaluna menghadiri ulang tahun ibu Hansa. Niat baik membawakan puding justru dianggap remeh, bahkan ia diminta memindahkan mobil demi tamu penting. Saat Kaluna bercerita bahwa ia menabung untuk rumah impian, ibu Hansa menyarankan tinggal bersama setelah menikah.
Baca Juga: Angel Pol: Ketika Musik, Rakyat, dan Cinta Menjadi Satu Panggung
Hansa sendiri menganggap Kaluna terlalu pelit karena terus menabung. Perbedaan prinsip membuat hubungan mereka kandas. Untuk mengalihkan kesedihan, Kaluna bermain bersama teman-temannya. Tanis mengingatkan bahwa biaya KPR mahal, namun Kaluna yakin bisa mencapainya.
Beberapa hari kemudian, kabar gembira datang. Perusahaan tempat Kaluna bekerja membuka program pinjaman KPR khusus karyawan. Ia memenuhi semua syarat: masa kerja tujuh tahun, belum menikah, dan gaji minimal tujuh juta rupiah.
Namun, konflik keluarga kembali muncul ketika kakak iparnya, Natya, meminta pinjaman untuk membeli tanah. Kaluna menolak karena dananya telah lama dikumpulkan demi rumah impian. Kejadian ini membuat Hendra menegur adiknya.
Baca Juga: Keluarga Super Irit: Kisah Haru Perjuangan Keluarga Kecil Bertahan di Tengah Keterbatasan
Bersama teman-temannya, Kaluna kembali berburu rumah. Banyak opsi gugur karena masalah lingkungan, namun akhirnya mereka menemukan rumah luas, harga terjangkau, dan bebas banjir. Sayangnya, rumah itu punya sejarah kelam: pemilik sebelumnya tewas dimutilasi.
Di hari lain, Kaluna menemukan rumah ideal di Pesawangan. Bangunan kokoh, interior nyaman, dan pencahayaan alami membuatnya jatuh hati. Ia segera mengajukan pinjaman KPR dan mendapat persetujuan.
Namun kebahagiaan itu pupus saat mengetahui tanah yang dibeli Hendra memiliki sertifikat ganda. Hendra mengaku membayar dengan tabungan pensiun ayah dan pinjaman online yang menjaminkan sertifikat rumah keluarga. Situasi genting membuat Hendra memohon bantuan Kaluna.
Baca Juga: Senyum Manis Love Story: Kisah Cinta Muda Anies Baswedan dan Fery Farhati Tayang di Layar Lebar
Meski berat hati, Kaluna memberikan 300 juta rupiah untuk melunasi pinjaman, membatalkan KPR, dan mengorbankan tabungan yang ia kumpulkan bertahun-tahun. Keputusannya diambil demi menyelamatkan rumah orang tuanya.
Beberapa minggu kemudian, ayah Kaluna memutuskan menjual rumah agar tidak lagi membebani putrinya. Kamala meminta maaf karena selama ini merepotkan. Ibu Kaluna pun mencoba merayu putrinya pulang.
Kaluna kembali ke rumah, disambut pelukan hangat kedua orang tuanya. Ia menegaskan bahwa pencapaiannya selama ini tak lepas dari peran mereka dan meminta ayahnya berhenti merokok demi kesehatan.
Baca Juga: Bertaut Rindu, Film Mengharukan Tentang Remaja, Luka Batin, dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri
Di akhir cerita, Kaluna memutuskan keluar dari pekerjaannya dan membuka usaha katering bersama sang ibu. Bisnis itu berkembang pesat. Saat melihat-lihat rumah impian lagi, Danan tiba-tiba melamarnya, menutup kisah dengan akhir manis penuh harapan.
