PEPO.id - Film horor Indonesia kembali mendapat perhatian dengan rilisnya Panggilan dari Kubur, garapan sutradara Dyan Sunu Prastowo. Dibintangi Nirina Zubir, Nugie, Mutia Datau, Septian Dwi Cahyo, dan Firzanah Alya, film ini mencoba menghadirkan teror baru bagi penonton layar lebar.
Cerita berfokus pada Alya, diperankan Nirina Zubir, yang tengah berlibur bersama suami, Raka (Nugie), dan putri mereka Yasmin (Firzanah Alya) ke rumah ibunya di sebuah desa terpencil. Liburan itu berubah menjadi tragedi ketika Yasmin mengalami kecelakaan dan tenggelam di danau.
Dalam kondisi duka mendalam, Alya tidak bisa membawa pulang jasad Yasmin ke Jakarta karena kondisi cuaca dan perjalanan yang tidak memungkinkan. Akhirnya Yasmin dimakamkan di halaman belakang rumah neneknya.
Baca Juga: Drama Korea S Line Tawarkan Misteri Thriller dengan Premis Anti-Mainstream
Namun sejak saat itu, Alya mulai merasakan hal-hal ganjil. Ia seolah mendengar panggilan dari putrinya. Dorongan batin membuat Alya kembali ke desa, hanya untuk mendapati kenyataan bahwa kuburan Yasmin telah kosong.
Ternyata tanah tempat Yasmin dimakamkan mengandung kutukan. Siapa pun yang dikubur di sana akan bangkit kembali, bukan sebagai manusia, melainkan sosok menyeramkan yang menebar teror. Dari sinilah kisah horor Panggilan dari Kubur mulai berkembang.
Film ini disebut menjadi upaya baru Dyan Sunu Prastowo setelah sebelumnya dikenal lewat horor dengan nuansa Jawa-sentris. Kali ini ia mencoba menghadirkan horor konvensional dengan sentuhan lebih modern.
Baca Juga: Mortal Kombat 2 Tayang 24 Oktober 2025, Hadirkan Pertarungan Brutal dengan Karakter Baru
Meski begitu, naskah garapan Baskoro Adi Wuryanto menuai kritik tajam. Cerita dianggap dangkal, dengan dialog yang terkesan murahan dan tidak mendukung atmosfer horor yang seharusnya mencekam.
Dari sisi jump scare, film ini mencoba menghadirkan nuansa berbeda. Tidak lagi terlalu berisik seperti karya sebelumnya, namun tetap menampilkan efek kejutan yang cukup efektif. Kemunculan pocong klasik tanpa modifikasi aneh justru membuat teror terasa lebih elegan.
Sayangnya, kekuatan tersebut melemah ketika dikembalikan pada jalannya cerita. Alur terkesan terburu-buru, dan ancaman pocong yang awalnya menyeramkan justru kehilangan daya gigit di akhir.
Baca Juga: Film Musikal Rangga dan Cinta Siap Tayang Akhir 2025, Hadirkan Nostalgia AADC dengan Wajah Baru
Meski diperkuat nama besar seperti Nirina Zubir dan Nugie, film ini tetap sulit keluar dari bayang-bayang kelemahan naskah. Kehadiran mereka tidak cukup kuat untuk menutupi kekurangan mendasar pada cerita.
Sementara itu, Firzanah Alya yang berperan sebagai Yasmin juga memberikan performa cukup baik. Namun alur yang tidak konsisten membuat penampilannya tidak bisa maksimal dalam membangun horor yang lebih mendalam.
Secara teknis, Panggilan dari Kubur masih menyisakan masalah klasik. Musik latar dianggap tidak mampu membangun ketegangan, sementara penempatan adegan horor kadang terlalu dipaksakan.
Baca Juga: Film Komedi Jadi Tuh Barang Hadir 18 September 2025, Kisahkan Persahabatan, Cinta, dan Pawang Hujan
Salah satu hal yang masih menyisakan daya tarik adalah pemunculan pocong konvensional yang sederhana namun efektif. Adegan tersebut menjadi highlight yang cukup mendapat apresiasi di tengah kelemahan cerita.
Namun, banyak penonton merasa kecewa dengan eksekusi akhir cerita. Alih-alih memberikan klimaks mencekam, film justru ditutup dengan adegan yang dianggap lemah dan membuyarkan atmosfer horor.
Bagi sebagian penonton, Panggilan dari Kubur tetap bisa menjadi tontonan yang menarik untuk sekadar merasakan sensasi horor lokal dengan gaya klasik. Namun bagi pecinta horor yang mengharapkan sesuatu yang segar, film ini mungkin belum memuaskan.
Baca Juga: Zootopia 2 Hadir dengan Petualangan Baru Judy dan Nick yang Lebih Seru dan Penuh Kejutan
Secara keseluruhan, Panggilan dari Kubur memiliki potensi besar dari premis ceritanya. Sayangnya, potensi tersebut belum tergarap dengan maksimal, sehingga meninggalkan rasa hambar bagi sebagian penontonnya.
Meskipun begitu, film ini tetap menghadirkan perdebatan di kalangan pecinta horor Indonesia. Apakah Panggilan dari Kubur sebuah langkah maju atau justru mundur dalam dunia perfilman horor lokal, penontonlah yang akan menilainya.
