PEPO.id - Aktor Fedi Nuril akhirnya menjajal genre horor lewat film terbaru berjudul Sukma. Film ini menjadi proyek perdana dirinya di dunia horor setelah lama dikenal lewat peran-peran drama.
Dalam film arahan sutradara sekaligus produser Baim Wong, Fedi memerankan karakter bernama Hendra, seorang pria yang mengidap skizofrenia. Peran ini disebutnya sebagai tantangan besar sepanjang kariernya di industri film tanah air.
“Kok berani sekali Baim menawarkan karakter menantang ini. Saya excited banget,” ujar Fedi saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (19/8).
Baca Juga: Ahmad Sahroni Trending, Jejak Digital hingga Debut Filmnya Kembali Disorot
Mengaku sempat ragu, Fedi akhirnya tertantang untuk mendalami karakter Hendra. Ia menyadari bahwa peran ini membutuhkan persiapan khusus agar bisa ditampilkan secara realistis.
Aktor berusia 43 tahun tersebut pun melakukan riset langsung dengan mendatangi psikiater. Langkah ini dilakukan untuk memahami lebih dalam bagaimana kehidupan seorang pengidap skizofrenia.
Dalam sesi diskusinya, Fedi menggali informasi mengenai gejala, gerakan tubuh, hingga faktor pemicu skizofrenia. Ia mengaku banyak mendapat wawasan baru tentang kondisi mental tersebut.
“Dan menariknya, ternyata sejauh ini penelitian menunjukkan skizofrenia bisa juga dipengaruhi faktor genetik. Jadi sebenarnya kita semua berpotensi,” ungkapnya.
Pendalaman karakter ini membuat Fedi semakin serius dalam mempersiapkan diri. Ia menilai peran Hendra bukan sekadar horor, tetapi juga membawa pesan tentang kesehatan mental.
Film Sukma tidak hanya menyoroti sisi mistis, tetapi juga mengangkat isu penting mengenai perjuangan seseorang yang menghadapi gangguan kejiwaan.
Baca Juga: The Dirt (2019): Kisah Liar dan Kontroversial Mötley Crüe yang Wajib Ditonton Pecinta Rock
Selain Fedi, film ini juga diperkuat oleh jajaran bintang papan atas seperti Luna Maya, Oka Antara, Christine Hakim, dan Kimberly Ryder. Kehadiran mereka membuat film ini semakin dinantikan.
Baim Wong selaku produser berharap Sukma bisa menghadirkan nuansa horor yang segar sekaligus menyentuh penonton lewat kisah emosionalnya.
Film ini diproduksi oleh Tiger Wong Entertainment yang sebelumnya dikenal dengan beberapa karya layar lebar berani mengangkat isu-isu sosial.
“Sukma bukan hanya soal ketegangan horor, tapi juga tentang kehidupan, trauma, dan bagaimana manusia berjuang menghadapi diri sendiri,” kata Baim.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 11 September 2025. Tanggal rilis tersebut sekaligus menandai kembalinya Fedi dengan karakter yang berbeda dari biasanya.
Dengan kombinasi horor, drama, dan isu psikologis, Sukma diprediksi akan menjadi salah satu film horor lokal paling diperbincangkan tahun ini.
Penampilan perdana Fedi di genre horor pun semakin menambah rasa penasaran publik. Banyak yang menunggu bagaimana ia menghidupkan karakter Hendra dengan segala kompleksitasnya.
Film Sukma menjadi bukti bahwa horor Indonesia kini tidak hanya mengandalkan jump scare, tetapi juga berani mengangkat isu nyata yang dekat dengan masyarakat.
