PEPO.id - Alternativa Film Internasional 2026 resmi menunjuk salah satu sineas Indonesia, Adrian Jonathan Pasaribu, sebagai bagian dari komite seleksi. Kabar ini menjadi angin segar bagi dunia perfilman nasional yang tengah berupaya memperluas jangkauan di ranah global.

Adrian menegaskan, keterlibatannya dalam festival ini bukan sekadar prestasi pribadi. Ia bertekad membuka ruang lebih luas bagi film-film daerah Indonesia agar bisa tampil di ajang festival internasional.

Menurutnya, film daerah menyimpan banyak kisah otentik yang layak ditampilkan. Cerita dengan akar budaya lokal justru memiliki daya tarik besar bagi penonton mancanegara.

Baca Juga: Jeon Somi Debut Akting di Film Thriller Perfect Girl, Angkat Realita Dunia K-Pop

Sebagai salah satu pendiri Cinema Poetica, Adrian berharap semakin banyak komunitas film Indonesia yang bisa berpartisipasi dalam Alternativa Film Festival tahun mendatang.

Ia menilai kehadiran komunitas tersebut penting untuk membawa perspektif baru, dengan mengangkat cerita rakyat, budaya daerah, dan tokoh-tokoh yang jarang terekspos.

“Saya juga berharap festival ini bisa makin dekat dengan masyarakat,” ujar Adrian dalam sebuah keterangan tertulis.

Baca Juga: Tumbal Darah, Horor Thriller-Action Menegangkan Tayang 23 Oktober 2025

Festival ini memang punya rekam jejak kuat di Asia Tenggara. Pada 2024 lalu, Yogyakarta pernah terpilih sebagai tuan rumah Alternativa Film Festival dengan dukungan perusahaan global InDrive.

Tahun 2025, festival ini memulai debut internasionalnya di Kolombia. Kegiatan panel di Bogotá Audiovisual Market (BAM) menjadi tonggak penting menuju pelaksanaan Alternativa Film Festival 2026.

Natalia Pylaeva, Direktur Program Alternativa, menyampaikan bahwa kehadiran anggota baru komite seleksi punya peran vital. Menurutnya, 2026 akan menjadi momentum besar pertemuan pegiat film dari Asia dan Amerika Latin.

Baca Juga: Getih Ireng: Horor Viral yang Dibawa ke Layar Lebar dengan Titi Kamal dan Darius Sinathrya

Ia menjelaskan, anggota komite seleksi terdiri dari kurator film, programmer, hingga pakar dampak sosial dari berbagai penjuru dunia. Kombinasi ini diharapkan mampu menghadirkan karya yang penuh daya gugah.

“Kami bangga menyambut anggota baru komite seleksi yang memiliki pengetahuan mendalam serta kecintaan terhadap sinema di kawasan Amerika Latin,” kata Natalia.

Ia menambahkan, negara-negara seperti Kolombia, Meksiko, Argentina, Chile, Brasil, hingga Kuba akan menjadi fokus utama dalam narasi global festival tersebut.

Baca Juga: Sinopsis Film Horor Rest Area, Hadirkan Teror Hantu Kresek di Tempat Singgah Sunyi

Kehadiran Adrian dinilai strategis untuk menjembatani film-film Asia, khususnya Indonesia, dengan publik Amerika Latin. Hal ini membuka jalan kolaborasi lintas benua.

Selain itu, film daerah Indonesia berpeluang besar mendapatkan panggung di kancah internasional, memperkenalkan keberagaman budaya sekaligus memperluas jaringan industri film lokal.

Festival yang digelar di Kolombia pada 2026 ini disebut-sebut akan menjadi ruang temu penting bagi para pembuat film independen, kritikus, dan komunitas sinema.

Baca Juga: Film Mama: Pesan dari Neraka, Adaptasi Horor Viral Karya Nessie Judge Siap Hantui Bioskop

Dengan bergabungnya Adrian, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian aktif dalam membentuk wacana global sinema kontemporer.

Alternativa Film Internasional 2026 dipandang sebagai momentum penting untuk membawa sinema daerah Indonesia menembus panggung dunia.