PEPO.id - Istana akhirnya menanggapi ramainya perbincangan soal penayangan video Presiden Prabowo Subianto sebelum film utama diputar di sejumlah bioskop.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus juru bicara Istana, Prasetyo Hadi, menilai hal tersebut masih dalam batas wajar.

Ia menegaskan penggunaan media publik sah dilakukan selama tidak melanggar aturan dan tidak mengurangi kenyamanan masyarakat.

Baca Juga: The Long Walk Resmi Tayang di Bioskop Indonesia, Adaptasi Novel Pertama Stephen King

“Sepanjang tidak melanggar aturan, tidak mengganggu kenyamanan dan keindahan, maka hal itu lumrah,” kata Prasetyo kepada wartawan, Minggu (14/9/2025).

Video berdurasi singkat itu berisi pesan Presiden Prabowo tentang capaian dan perkembangan sejumlah program pemerintah.

Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025 telah menjangkau 20 juta penerima manfaat.

Baca Juga: Video Presiden Prabowo Tayang di Bioskop, Bikin Penonton Kaget dan Ramai Jadi Perdebatan

Video juga menyoroti Koperasi Desa Merah Putih dengan total 80 ribu kelembagaan yang sudah resmi beroperasi.

Selain itu, tayangan tersebut menampilkan Sekolah Rakyat yang telah berdiri sebanyak 100 unit di berbagai daerah.

Narasi dalam video turut memaparkan capaian produksi beras nasional yang mencapai 21,76 juta ton hingga Agustus 2025.

Baca Juga: Nirina Zubir Tampil Berani di Ratu Ratu Queens The Series, Perankan Adegan Mesra Pertamanya

Tak hanya itu, operasional 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga disebut sebagai bagian dari program unggulan.

Adegan dalam video turut memperlihatkan momen Presiden Prabowo blusukan dan bertemu langsung dengan warga maupun anak-anak penerima manfaat.

Setelah video berakhir, layar bioskop kembali menampilkan peringatan larangan merekam film sebagaimana aturan yang berlaku.

Baca Juga: Shareefa Danish Hidupkan Karakter Gaib di Film Lebih Dari Selamanya

Barulah film utama diputar, seperti biasanya dalam rangkaian tayangan di bioskop.

Fenomena ini pun ramai menjadi bahan perbincangan publik, terutama di media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Sebagian warganet menilai langkah tersebut kreatif sebagai cara menyosialisasikan program pemerintah ke masyarakat, khususnya anak muda.

Baca Juga: Alasan Film Sore: Istri dari Masa Depan Terpilih Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2026

Namun, sebagian lain mempertanyakan urgensi penayangan konten pemerintahan di ruang hiburan yang identik dengan netralitas.

Menanggapi pro dan kontra itu, Istana kembali menegaskan bahwa penggunaan ruang publik seperti bioskop boleh dilakukan selama sesuai aturan dan tidak mengganggu kenyamanan penonton.