PEPO.id - Film Eddington membuka cerita di Mei 2020, di tengah pandemi COVID-19 di sebuah kota kecil di New Mexico. Lodge, seorang tunawisma mabuk, berkeliaran di jalanan hingga menimbulkan keributan di bar lokal.
Di saat yang sama, Walikota Ted Garcia menerapkan aturan karantina wilayah dan wajib masker. Namun kebijakannya ditentang keras oleh Sheriff Joe Cross yang mengaku menderita asma. Perseteruan keduanya memanas ketika Lodge membuat kekacauan di bar dan batuk tepat di wajah Joe. Insiden ini terekam kamera putra Ted, Eric.
Kehidupan pribadi Joe juga tidak harmonis. Ia tinggal bersama istrinya, Louise, dan ibu mertuanya, Dawn, seorang penganut teori konspirasi QAnon yang sering meremehkan Joe.
Baca Juga: Cinta dan Kehilangan di Oxford: Kisah Mengharukan My Oxford Year
Keesokan harinya, Joe kembali berselisih dengan Ted soal aturan masker di supermarket. Tak lama setelah itu, ia merekam video pencalonan dirinya sebagai walikota dengan janji “kebebasan dan persatuan”. Keputusan tersebut membuat Louise marah besar.
Di sisi lain, hubungan Ted dengan putranya, Eric, juga tegang akibat aturan karantina. Eric kemudian bergaul dengan teman-temannya, termasuk Brian yang diam-diam menyukai Sarah. Namun, perhatian Sarah dengan cepat direbut oleh Eric.
Malam harinya, Louise membawa pulang Vernon Jefferson Peak, seorang pemimpin kultus karismatik, bersama pengikutnya. Kisah hidup Vernon yang kelam membuat Louise terbuka tentang trauma pelecehan di masa lalu, menambah jarak emosional dengan Joe.
Baca Juga: Sinopsis Film Materialists: Kisah Cinta, Status, dan Pilihan Hidup di Kota New York
Ketika berita pembunuhan George Floyd memicu protes nasional, gelombang demonstrasi juga tiba di Eddington. Video Joe saat berhadapan dengan Lodge menjadi viral, dianggap sebagai bukti kebrutalan polisi.
Deputi Joe, Michael seorang pria kulit hitam dan mantan pacar Sarah menolak ikut serta dalam aksi protes. Namun situasi semakin runyam ketika Brian, cemburu pada Eric, menyebarkan foto mesra Eric dan Sarah kepada Michael.
Terdesak oleh tekanan publik, Joe membuat video fitnah, menuduh Ted pernah melecehkan Louise. Tuduhan itu langsung dibantah Louise melalui video balasan. Louise pun meninggalkan Joe dan ikut bersama Vernon.
Baca Juga: Sinopsis Exit 8: Terjebak dalam Lorong Misterius Tanpa Akhir
Joe semakin kehilangan kendali. Saat menghadiri pesta penggalangan dana di rumah Ted, ia dipermalukan dan ditampar di depan umum. Kemarahannya meledak ketika ia kemudian menembak mati Lodge dan membuang mayatnya ke danau.
Tak berhenti di situ, Joe menembak mati Ted dan Eric dengan senapan sniper. Untuk menutupi jejak, ia menuduh kelompok ekstremis Antifa sebagai dalang pembunuhan tersebut.
Namun penyelidikan yang dipimpin petugas suku Pueblo, Butterfly Jimenez, membuat kecurigaan mengarah padanya. Joe pun mencari kambing hitam dengan menuduh Michael berdasarkan foto dari Brian.
Baca Juga: Denzel Washington Hidupkan Ketegangan dalam Film Highest to Lowest
Situasi semakin kacau saat kelompok Antifa sungguhan menyerang kota. Mereka menculik Michael, meledakkan bom, dan menewaskan deputi Joe, Guy. Dalam baku tembak itu, Joe makin terpojok.
Joe melarikan diri ke rumahnya, hanya untuk diserbu para ekstremis. Pertempuran berlanjut hingga pusat kota, di mana ia menembaki lawan dengan senapan mesin. Dalam kekacauan itu, Jimenez tewas tertembak, sementara Joe sendiri akhirnya dilumpuhkan dengan luka parah.
Setahun kemudian, kota Eddington berubah drastis. Brian menjadi selebritas sayap kanan, sementara Joe meski lumpuh total berhasil memenangkan pemilihan walikota. Dawn kini menjadi juru bicaranya, bekerja sama dengan perusahaan data SolidGoldMagikarp.
Baca Juga: Emily in Paris Musim Kelima Rampung Syuting, Bakal Hadirkan Kisah di Roma dan Paris
Namun hidup Joe kian suram. Ia hanya bisa terbaring, menonton video Vernon berpidato dengan Louise di sisinya, kini tengah hamil anak Vernon. Joe merintih sedih, tak berdaya, sementara hidupnya dikuasai oleh orang lain.
Film ditutup dengan adegan Michael yang selamat, berlatih menembak dengan dingin. Ia menembak tepat ke kepala target latihannya, seakan menjadi simbol akhir penuh dendam dan luka dari kisah Eddington.
