PEPO.id - Film My Annoying Brother versi Indonesia menghadirkan drama keluarga yang menyentuh hati. Diadaptasi dari film Korea dengan judul serupa, kisah ini memadukan konflik, pengorbanan, dan perjuangan hidup dua bersaudara yang penuh emosi.

Cerita berawal dari Kemal Shihin, atlet judo perwakilan Indonesia di ajang SEA Games, yang sedang bertanding melawan lawan dari Vietnam. Di saat bersamaan, sang kakak, Jay Shihin, tengah berada di klub malam melakukan transaksi perdagangan gelap berlian.

Transaksi itu terungkap saat polisi melakukan penggerebekan. Jay berusaha bersembunyi, sementara Kemal di arena pertandingan mengalami benturan keras di kepala yang membuat penglihatannya mulai kabur. Petugas medis segera membawanya ke rumah sakit dan ia dinyatakan buta, meski masih bisa melihat sedikit cahaya.

Baca Juga: Angel Pol: Ketika Musik, Rakyat, dan Cinta Menjadi Satu Panggung

Di dalam tahanan, Jay mengajukan pembebasan bersyarat dengan alasan ingin merawat adiknya yang kehilangan penglihatan. Namun, setelah bebas, ia kembali bersikap arogan dan menjadikan Kemal alasan untuk menghirup udara bebas.

Rumah yang sudah ditinggalkan Jay selama 10 tahun kini menjadi tempat ia kembali tinggal. Kondisi rumah gelap dan berantakan. Jay tak peduli pada kebutuhan Kemal, bahkan menggadaikan laptop adiknya demi uang.

Suatu hari, Jay bertemu kembali dengan Fauzan, calo yang pernah menjadi perantara bisnis gelapnya. Kejar-kejaran di pasar pun terjadi, namun Fauzan berhasil kabur. Sementara itu di rumah, Kemal kelaparan dan makan mi instan mentah karena tidak ada panci untuk memasak.

Baca Juga: Keluarga Super Irit: Kisah Haru Perjuangan Keluarga Kecil Bertahan di Tengah Keterbatasan

Pelatih judo Kemal, Amanda, datang berkunjung dan melihat kondisi rumah yang memprihatinkan. Ia membantu membereskan rumah dan membelikan makanan. Namun, Kemal jatuh pingsan karena malnutrisi dan dehidrasi, membuat Amanda geram pada Jay.

Jay semakin terjerumus, menjual keris warisan keluarga demi membeli motor. Ia bahkan mencoba memanipulasi Kemal untuk menandatangani dokumen terkait makam orang tua mereka. Kemal sadar uangnya dicuri, namun tetap diam.

Amanda kembali menawarkan Kemal untuk mengikuti Asian Para Games, ajang olahraga khusus penyandang disabilitas, namun Kemal menolak. Amanda kemudian meminta Jay membantu mengubah hidup adiknya menjadi lebih berarti.

Baca Juga: Senyum Manis Love Story: Kisah Cinta Muda Anies Baswedan dan Fery Farhati Tayang di Layar Lebar

Kenangan masa kecil di pohon mangga dan pantai kembali teringat. Jay menceritakan alasan ia kabur dari rumah karena sakit hati mendengar gosip tentang ibunya. Meski berbeda ibu, Kemal dan Jay dibesarkan dengan kasih sayang yang sama.

Jay mulai menunjukkan perubahan, melatih Kemal untuk percaya diri, bahkan membantunya mengatasi ketakutan. Ia juga mengungkapkan penyakit kanker pankreas stadium akhir yang dideritanya kepada Amanda.

Kemal akhirnya mengikuti kompetisi judo pertamanya di Asian Para Games dengan dukungan Jay. Meski awalnya gugup, suara Jay memotivasinya hingga ia berhasil menang. Kemal pun tinggal lebih lama di asrama pelatihan.

Baca Juga: Bertaut Rindu, Film Mengharukan Tentang Remaja, Luka Batin, dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Sementara itu, Jay merapikan rumah, melindungi sudut meja agar aman untuk Kemal, dan menyimpan momen kebersamaan mereka. Namun, penyakitnya semakin parah. Fauzan, yang kini dekat dengan mereka, kerap membantu.

Menjelang keberangkatan Kemal ke Asian Para Games, Jay berpesan agar sang adik membawa pulang medali emas. Namun di tengah pertandingan, Kemal mendapat kabar kondisi Jay yang kritis. Amanda mengingatkan bahwa Jay ingin melihatnya menang.

Kemal menahan air mata dan berjanji pada Jay lewat telepon untuk membawa pulang emas. Dalam final melawan atlet Iran, Kemal sempat tertinggal, tetapi mengingat pesan Jay membuatnya bangkit dan menang dengan teknik ippon.

Baca Juga: Agen +62, Komedi Satir Dunia Agen Rahasia dengan Gaya Khas Keanu dan Cinta Laura

Setelah kemenangan, Kemal mengumpulkan banyak medali dan Amanda resmi menjadi kekasihnya. Fauzan menyerahkan ponsel berisi rekaman suara Jay yang berisi pesan maaf dan cinta terakhir untuk adiknya sebelum meninggal dunia.

Film ini menutup kisahnya dengan pesan kuat: bahwa cinta dan pengorbanan keluarga mampu memberi kekuatan luar biasa untuk menghadapi keterbatasan dan tantangan hidup.