PEPO.id - Bioskop tanah air akan diramaikan dengan hadirnya film romansa berjudul Made in Bali pada Februari 2025. Karya produksi Josh Pictures ini mengangkat kisah menarik tentang tradisi perjodohan yang masih dijalankan di beberapa daerah Bali.

Film ini digarap oleh sutradara Johar Prayudhi dengan naskah tulisan Oka Aurora, menghadirkan cerita yang memadukan dilema cinta dengan nilai budaya. Film ini menampilkan Rayn Wijaya sebagai Made, seorang dalang muda berbakat dari Gianyar.

Made sejak kecil telah menjalin persahabatan dengan Niluh, gadis Bali berdarah Jepang yang diperankan oleh Vonny Felicia. Hubungan mereka yang erat menyimpan cerita tersendiri di balik harmoni persahabatan.

Baca Juga: Film Horor Singsot Siulan Kematian Angkat Mitos Jawa

Niluh diam-diam memendam perasaan cinta kepada Made. Namun, jalan cinta mereka tak mudah karena keluarga Made telah menjodohkannya sejak kecil dengan Putu, putri seorang pembuat wayang ternama yang diperankan Bulan Sutena.

Ketegangan cerita mencapai puncaknya saat Niluh harus kembali ke Jepang bersama sang ayah. Kepergian itu justru menyadarkan Made akan perasaan sebenarnya pada sahabat masa kecilnya.

Made pun terjebak dalam dilema besar, antara memperjuangkan cintanya kepada Niluh atau tetap setia pada tradisi perjodohan yang diwariskan keluarganya.

Baca Juga: Film Mungkin Kita Perlu Waktu Sajikan Kisah Keluarga, Trauma, dan Harapan

Sutradara Johar Prayudhi menjelaskan, film ini bukan sekadar drama percintaan, tetapi juga refleksi peran budaya dalam kehidupan modern. Tradisi perjodohan di Bali menjadi dasar yang kuat dalam pengembangan cerita.

Johar ingin menunjukkan bahwa cinta idealnya membawa kebebasan. Namun di sisi lain, cinta tetap bisa berjalan beriringan dengan tradisi tanpa saling meniadakan.

Selain kisah cinta, film ini juga menyajikan potret kehidupan seorang dalang muda di tengah arus globalisasi. Wayang dan seni tradisional Bali ditampilkan sebagai simbol bahwa budaya masih bertahan meski diterpa modernitas.

Baca Juga: The Monkey: Adaptasi Horor Stephen King Hadir di Bioskop Indonesia

“Film ini tidak hanya menampilkan drama romansa, tapi juga menyoroti keindahan budaya Bali lewat seni wayang dan pemandangan alamnya,” ujar Johar dalam konferensi pers di Jakarta.

Meski menarik, produksi film ini tidak lepas dari tantangan. Proses pra-produksi terbilang singkat, hanya sekitar satu bulan sebelum syuting dimulai.

Durasi persiapan itu dinilai cukup singkat mengingat kompleksitas budaya yang diangkat. Beberapa aktor utama juga bukan berasal dari Bali sehingga butuh penyesuaian ekstra.

Baca Juga: Film Animasi Zanna: Whisper of Volcano Isle Hadirkan Petualangan Ajaib Penuh Edukasi

“Dalam sebulan, ada pemain yang harus belajar dialek Bali, ada yang belajar mendalang, bahkan ada yang harus berlatih menari Bali,” tambah Johar.

Produser film Made in Bali, Joseph Tarigan, berharap karya ini bisa diterima penonton luas. Dengan latar Bali yang kuat, film ini juga diharapkan menjadi sarana promosi Pulau Dewata di mata dunia.

“Film ini membuktikan bahwa perpaduan budaya lokal dengan elemen modern mampu menciptakan tontonan yang menghibur sekaligus mendidik,” jelas Joseph.

Baca Juga: Sinopsis Captain America: Brave New World Hadirkan Red Hulk dan Konflik Politik di Gedung Putih

Deretan bintang muda berbakat ikut memperkuat film ini. Selain Rayn Wijaya dan Vonny Felicia, hadir pula Victor Agustino, Bulan Sutena, Shaqueena Medina Lukman, Dian Sidik, Harindra, dan Roja Sudarsana.

Made in Bali telah tayang di bioskop pada 20 Februari 2025. Film ini diyakini akan menjadi salah satu tontonan romantis paling ditunggu tahun depan.