PEPO.id - Di balik ketenangan St. Rosa’s Village, tersimpan rahasia kelam. Kota kecil ini perlahan diracuni oleh limbah beracun dari pabrik besar milik perusahaan BTH, sebuah korporasi raksasa yang tak peduli dengan lingkungan maupun warganya.

Mel Ferd, seorang pegawai senior yang idealis, menyimpan kegelisahan besar. Bersama bawahannya, J.J. Doherty, ia mengungkap bukti kejahatan BTH, mulai dari pembuangan limbah radioaktif hingga kerjasama dengan mafia. Namun, tindakan itu membuat nyawanya terancam.

The Killer Nutz, geng jalanan sekaligus pembunuh bayaran, dikirim untuk membungkam Mel. Meski berkali-kali ditembak, Mel masih bangkit hingga akhirnya tembakan harpun menembus dadanya. Dari kejauhan, J.J. hanya bisa menyaksikan tragisnya kematian atasannya sebelum ia melarikan diri.

Baca Juga: The Accountant 2: Ben Affleck Kembali Hadapi Konspirasi Gelap dan Ancaman Baru

Di balik semua itu, BTH dikendalikan Robert Garbinger, pria ambisius yang berwajah licin tapi berhati busuk. Ia bersama asistennya, Kissy Sturnevan, menjaga citra perusahaan dengan tipu daya, sementara limbah terus meracuni kota.

Robert juga memiliki adik bernama Fritz, pria eksentrik yang menjadi penghubung perusahaan dengan gangster. Saat tahu J.J. selamat, Fritz memerintahkan Killer Nutz untuk mengejarnya hingga tuntas.

Di sisi lain, Winston Gooze, seorang petugas kebersihan pabrik, menjalani hidup suram sebagai duda yang berusaha membesarkan anak tirinya, Wade. Sayangnya, hubungan keduanya tidak harmonis. Wade menutup diri, merasa kehilangan ibunya dan jauh dari Winston.

Baca Juga: Predator: Killer of Killers Hadirkan Pertarungan Brutal Viking, Samurai, hingga Pilot Perang Dunia II

Kabar buruk datang ketika Winston divonis mengidap tumor otak ganas. Hidupnya hanya tersisa setahun, dan lebih parahnya lagi, asuransi kesehatan BTH yang ia miliki ternyata tak berguna sama sekali.

Putus asa, Winston mencoba menghibur Wade dengan cara konyol, namun gagal. Kesedihan itu berlanjut ketika ia menghadiri jamuan makan malam elit BTH. Bukannya mendapat bantuan, Winston malah dipermalukan oleh Robert dan Kissy di depan tamu undangan.

Dengan hati hancur, Winston nekad merampok brankas perusahaan menggunakan pel yang ia celupkan ke tong limbah. Saat itu pula J.J. menyusup ke pabrik untuk mencari bukti tambahan. Namun, kesialan menimpa Winston ketika ia menjadi korban salah sasaran Killer Nutz. Tubuhnya hancur ditembak, lalu dibuang ke kolam limbah beracun.

Baca Juga: Pixar Bocorkan Karakter Baru dan Jalan Cerita Menarik di Toy Story 5

Ajaibnya, Winston bangkit kembali dari kolam itu. Tubuhnya berubah menjadi monster cacat dengan kulit hijau, namun juga dipenuhi kekuatan luar biasa. Perubahan itu membuatnya mendapat julukan baru dari warga: The Toxic Avenger.

Dengan pel radioaktifnya, ia mulai melawan ketidakadilan. Salah satu aksinya yang brutal terjadi saat menyelamatkan sandera di restoran cepat saji. Dari momen itulah, ia mulai dikenal luas sebagai Toxie.

Namun, aksi heroiknya membuat Garbinger geram. Robert menyusun rencana untuk menghancurkannya dengan memanfaatkan Wade sebagai umpan. Killer Nutz pun kembali bergerak, kali ini menculik sang anak.

Baca Juga: Film Pencarian Terakhir Raup 57 Ribu Penonton di Hari Pertama Tayang

Toxie menyelamatkan J.J. yang sekarat dengan darah mutannya yang mampu menyembuhkan luka. Bersama J.J., ia menyerang geng Killer Nutz, membeberkan kejahatan mereka, dan membuat publik semakin mengenalnya sebagai pahlawan kota.

Konflik mencapai puncaknya ketika Garbinger meminum serum mutasi dari darah Toxie, berubah menjadi monster menyeramkan. Pertarungan brutal terjadi, hingga akhirnya Toxie berhasil mengalahkan Robert dengan pel radioaktifnya.

Klimaks lain muncul saat Kissy ikut meminum serum dan melawan Toxie. Dalam pertarungan sengit, ia akhirnya terbakar dalam ledakan besar, sementara Fritz yang sempat tersentuh oleh kepolosan Wade berbalik menyelamatkan anak itu.

Baca Juga: Venice Film Festival 2025 Diwarnai Aksi Solidaritas untuk Palestina

Akhirnya, Winston selamat dan mutasinya justru menyembuhkan tumor otaknya. Kejahatan BTH terbongkar, pejabat korup ditangkap, dan Wade akhirnya menerima ayah tirinya dengan pelukan penuh haru.

Film ditutup dengan adegan penuh emosional ketika Winston menyaksikan Wade tampil percaya diri di panggung sekolah. Air matanya jatuh, bukan karena duka, melainkan kebanggaan seorang ayah.