PEPO.id - Dikutip dari laman rri.co.id (6 Agustus 2024), BPBD Kabupaten Bogor mencatat sedikitnya 9 kecamatan dilaporkan sudah terdampak krisis air bersih diantaranya Kecamatan Leuwiliang, Jonggol, Cisarua, Pamijahan, Babakan Madang, Leuwisadeng, Tanjungsari, Jasinga dan Gunung Putri.

Krisis air bersih dikarenakan intensitas hujan yang semakin berkurang sehingga membuat sumur warga menjadi kering.

"Ini memang rata-rata warga masih menggunakan air sumur, ada jalur PDAM tapi mungkin sambungannya belum sampai ke rumah warga karena di daerah pelosok," kata Dedi Sutisna, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor.

Pentingnya Air Bersih Sehari-Hari

Air bersih adalah kebutuhan esensial untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari konsumsi, memasak, hingga higiene dan sanitasi.

Standar kualitas air yang layak untuk digunakan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2023.

Berdasarkan regulasi tersebut, beberapa parameter utama kualitas air untuk sanitasi meliputi:

- Tidak berbau: Air bersih harus bebas dari aroma yang tidak sedap untuk memastikan kenyamanan dan keamanan penggunaan.

- Kekeruhan di bawah 3 NTU (Nephelometric Turbidity Unit): Tingkat kekeruhan air mengindikasikan jumlah partikel tersuspensi, yang sebaiknya di bawah angka 3 untuk mencegah kontaminasi mikroba.

- Warna maksimal 10 TCU (True Color Unit): Parameter ini menunjukkan bahwa air seharusnya hampir tidak berwarna, untuk menjaga kesan jernih dan layak digunakan.

- Total Dissolved Solids (TDS) kurang dari 300 mg/L: Menunjukkan jumlah zat terlarut dalam air; nilai di bawah 300 dianggap aman untuk penggunaan harian.

- Besi maksimal 0,2 ppm (parts per million): Kandungan besi yang tinggi dapat menimbulkan rasa logam dan noda pada peralatan, sehingga harus dijaga di bawah ambang batas ini.

- Mangan maksimal 0,1 ppm: Mangan yang berlebihan bisa menyebabkan warna gelap dan bau tak sedap pada air.

Air sumur bor sering menjadi sumber air utama di wilayah pedesaan dan pinggiran kota, termasuk di Kabupaten Bogor. Biasanya, sumur bor memiliki kedalaman sekitar 20 meter atau lebih untuk mencapai sumber air tanah yang cukup.

Namun, air sumur bor tidak jarang mengandung kadar besi yang tinggi atau memiliki bau yang tidak sedap, yang bisa mengurangi kualitasnya.

Ady Water: Solusi Filter Air Berkualitas di Bogor

Sebagai respons terhadap krisis air bersih ini, Ady Water, perusahaan nasional penyedia media filter air, menawarkan solusi praktis dan teruji.

Dengan kantor yang berlokasi di Bogor, Ady Water telah melayani banyak rumah tangga dan industri di wilayah ini melalui instalasi filter air berkualitas tinggi.

Paket filter air yang disediakan Ady Water dirancang untuk mengatasi berbagai masalah kualitas air, termasuk mengurangi kandungan besi, menghilangkan bau, dan meningkatkan kejernihan air.

Melalui pengalaman dan keahlian dalam industri filter air, Ady Water mampu menghadirkan solusi yang efektif dan efisien untuk masyarakat Kabupaten Bogor.

Dengan teknologi terkini, instalasi filter air dari Ady Water membantu mengolah air sumur bor dapat memenuhi standar kualitas air yang aman untuk kebutuhan higiene dan sanitasi tetap terpenuhi meskipun dalam kondisi krisis.

Warga yang membutuhkan solusi permasalahan air dapat mengandalkan Ady Water, yang telah berpengalaman dalam melakukan instalasi filter air di berbagai daerah, termasuk yang terdampak krisis air di Bogor. ***