PEPO.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan dirinya netral dan akan mendukung seluruh calon presiden dan wakil presiden yang maju pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Hal itu disampaikan Jokowi pada Minggu, 22 Oktober 2023, usai bertugas sebagai pengawas upacara Hari Santri di Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur.

"Dukung semuanya untuk kebaikan negara ini," kata Jokowi.

 

Soal apakah sang anak Gibran Rakabuming Raka ini cocok disandingkan dengan Prabowo Subianto untuk maju ke Pilpres 2024, Jokowi menyatakan semua kombinasi calon peserta Pilpres 2024 cocok.

Baca Juga: Destinasi Wisata Hits di Bandung, Cocok untuk Referensi Liburan Akhir Tahun

Ia pun mendaftarkan nama calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) satu per satu. Namun saat nama Prabowo disebutkan, Jokowi tidak disebutkan sebagai calon wakil presiden.

Sebab, hingga saat ini belum diumumkan secara resmi siapa yang akan mendampingi Prabowo di Pilpres 2024.

"Semuanya cocok, Pak Anies dengan Pak Muhaimin cocok. Pak Ganjar dengan Pak Mahfud cocok, Pak Prabowo juga cocok," ucap Jokowi.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Saat ini, terdapat 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga, pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.***