PEPO.id -- Ada yang bilang bahwa kereta cepat Jakarta Bandung Whoosh itu hanya proyek Mercusuar yang hanya bisa dinikmati oleh orang kaya, sementara orang miskin tidak bisa menikmatinya.
Sementara hutang dari pembangunan Whoosh ditanggung oleh semua masyarakat Indonesia baik miskin maupun kaya. Benarkah demikian?
Ternyata masih banyak juga yang belum paham tujuan dari pembangunan infrastruktur kereta cepat Jakarta Bandung ini.
Pada dasarnya semua pembangunan infrastruktur yang dikerjakan oleh pemerintah itu entah jalan tol, kereta cepat dan lain sebagainya pada dasarnya adalah agar bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat baik kaya maupun miskin.
Baca Juga: Rumah Ustaz Solmed Bak Istana, Dibangun Menelan Biaya Rp150 Miliar dengan Pakai Uang Sumbangan Umat
Jadi roda perekonomian bisa berjalan tentu dalam menikmatinya tidak semuanya bisa menikmati secara langsung, ada juga yang menikmatinya secara tidak langsung.
Lalu siapa yang menikmatinya secara langsung? Untuk yang menikmatinya secara langsung adalah yang punya duit. Beli tiket naik kereta cepat. Kemudian siapa yang menikmatinya tidak secara langsung? Antara lain para pengendara ojek, para sopir taksi bis dan angkutan lainnya. Selain itu, ada pula para karyawan perhotelan, restoran kuliner, pariwisata dan lain.
Sebagian itulah golongan masyarakat yang menikmati kereta cepat secara tidak langsung karena mereka bisa dapat duit bisa dapat manfaat ekonomi dari para penumpang kereta cepat Jakarta Bandung. itulah tujuannya masing-masing.
Lantas, sekarang bagaimana masyarakat yang jauh di luar pulau Jawa mereka tidak bisa menikmatinya secara langsung maupun tidak bisa menikmatinya secara tidak langsung tapi sebetulnya mereka juga bisa menikmatinya secara tidak langsung?
Penjelasannya kereta cepat itu badan usaha yang menghasilkan penghasilan. Tentu negara bisa dapat pemasukan dari pajak misalnya dalam setahun sekian miliar. Pajak itu masuk ke kas negara kemudian diputar lagi untuk menggakkan perekonomian negara. Bisa bentuk kesehatan, pupuk BBM dan lain sebagainya.
Itu semuanya dari pajak pajak dari pendapatan berbagai usaha di Indonesia dan lain sebagainya.
Meski masyarakat di luar pulau jawa jauh dari kereta cepat, tapi mereka juga bisa menikmatinya secara tidak langsung yaitu dari pajak yang diputar lagi oleh pemerintah untuk perekonomian untuk berbagai subsidi dan lain sebagainya.
Jadi begitu kiranya tentang untuk apa kereta cepat dibuat dan itu yang katanya hanya dinikmati oleh orang kaya, saja sementara yang miskin hanya lihat saja dan katanya utangnya ditanggung oleh semua lapisan masyarakat.
Tidak seperti itu semuanya juga menikmati meski secara tidak langsung dengan adanya pembangunan proyek kereta cepat ini. (*)




