PEPO.id - Setelah dibantu mencari donasi namun justru malah melaporkan Noviyanthi Pratiwi pada pihak kepolisian, nama Agus Salim, korban penyiraman air keras oleh rekan kerjanya semakin membuat geram banyak netizen.
Salah satu yang turut angkat bicara yakni mantan rekan kerja Agus Salim sendiri bernama Akhyar.
Akhyar menceritakan jika dirinya dulu pernah bekerja menjadi asisten Agus Salim, yang merupakan kepala waiters saat mereka bekerja di sebuah restoran Korea.
Selama bekerja dengan Agus, Akhyar mengaku jika dirinya sering sekali mendapatkan teguran keras bahkan tidak pantas dari sosok Agus Salim.
Bahkan dirinya menyebut, jika Agus Salim merupakan sosok yang selalu ingin dihargai, tetapi dia sendiri tidak bisa mengahargai para bawahannya seperti Akhyar.
Dia mengungkapkan bahwa Agus sering kali menegur bawahannya dengan cara yang menyakitkan hati.
Akhyar juga mengungkapkan bahwa Agus Salim sudah banyak memutus rezeki para pekerja di sana, dan dirinya bahkan menyaksikan sendiri bahwa sudah ada sekitar 5 hingga 10 karyawan yang memilih untuk resign karena kelakuan dan sifat buruk Agus.
Dia juga menambahkan bahwa hanya dirinya yang mampu bertahan lebih dari satu tahun menghadapi sikap Agus Salim yang terkenal mudah marah dan tidak mau kalah.
Meski melakukan perbuatan yang tidak baik, namun Akhyar meminta kepada netizen untuk jangan langsung menganggap Aji pelaku penyiraman air keras pada Agus Salim sebagai orang jahat.
Seperti Diketahui sebelumnya, Agus Salim menjelaskan bahwa pertengkaran antara dirinya dan Aji yang kini menjadi seorang pelaku dipicu oleh kesalahan yang dilakukan oleh Aji.
Agus Salim mengakui bahwa dirinya terbawa emosi pada saat itu dan akhirnya mengeluarkan kata-kata kasar kepada Aji dan bahkan menyuruhnya untuk pergi.
Setelah pertengkaran itu, suasana semakin memanas. Aji, yang tampak tidak mampu mengendalikan emosinya, menunjukkan reaksi yang lebih agresif dengan memukul dinding kafe di depan Agus.
Meskipun sejumlah orang di sekitar mereka berusaha melerai dan meredakan ketegangan, Aji tetap terlihat marah dan melontarkan ancaman serius kepada Agus.
Peristiwa itu membuat suasana semakin tegang, namun tidak ada yang menduga bahwa ancaman tersebut akan benar-benar diwujudkan.
Hanya berselang satu hari setelah insiden itu, Aji akhirnya melancarkan aksi yang mengerikan. Saat Agus Salim sedang dalam perjalanan pulang, ia menyadari bahwa Aji telah mengikuti gerak-geriknya.
Bahkan, Agus sempat meneriakkan nama Aji, menyadari bahwa situasinya semakin tidak aman. Namun, meski firasat buruk sudah menghampirinya, Agus tidak pernah mengira bahwa Aji akan mengambil langkah yang begitu ekstrem.
Apa yang terjadi selanjutnya benar-benar di luar dugaan Agus Salim. Aji nekat melancarkan serangan brutal dengan menyiramkan air keras ke tubuh Agus.
Tindakan tersebut bukan hanya sebuah serangan fisik yang mengakibatkan luka parah, tetapi juga sebuah bukti nyata dari bagaimana emosi yang tidak terkendali dapat berujung pada kekerasan yang begitu destruktif.
Agus tidak pernah membayangkan bahwa ancaman tersebut akan berujung pada tindakan sekejam itu. ***



