PEPO.id -- EP terbaru Swellow yang berjudul ‘Pasang’ sebagai tanda pembuka dalam skena musik Bogor yang melakukan gebrakan baru di 2024.

EP pasang baru rilis pada Jumat (8/11) kemarin. Dalam rilisan ini, mereka menceritakan tentang suasana kantor di pagi hari yang hening sebagai suasana yang mendukung untuk menuntaskan rasa penasaran mereka.

Musik yang dihadirkan dalam “pagi” sangat ramah di telinga, namun liriknya bercerita tentang suasana pagi tenang yang dirusak dengan berita genosida di Palestina.

 Baca Juga: Wanita Ahli Neraka: Eksplorasi Ketegangan dan Pengalaman Horor yang Unik dalam Pernikahan

Menciptakan lagu "pagi" memberikan citra baru bagi Swellow sebagai band dengan nuansa "nihilis aktif", yang sekaligus mempertanyakan sikap para pendukung Zionisme. Sayang, Swellow, itu baru pagi.

Swellow adalah sebuah band asal Bogor yang terdiri dari Bayu Ramadhan Dwi Azni (vokal), Andi 'Idam' Fauzi (gitar), Afnan 'Abo' Hissan (gitar), Misbahuddin Nika (bas), dan Muhammad Fadhil 'Opay' Naufal (drum).

Melalui EP Pasang, band indie rock ini mengungkapkan berbagai pengalaman pribadi mereka dalam beberapa waktu terakhir.

 Baca Juga: The Panturas Ajak Doel Sumbang Berselancar Di Rilisan Terbaru Mereka!

Tujuh lagu dalam EP Pasang meliputi "pagi", "bertamu", "pasang", "pabrik", "siang", "lagu" (feat. The Cottons), dan "kamera" (feat. The Cottons & Zeke Khaseli).

Penggunaan huruf kecil pada judul lagu dan mini album menyiratkan bahwa pesan dalam EP Pasang disampaikan dengan cara yang santai dan tidak kaku.

Idam, gitaris Swellow, juga menyebutkan bahwa pengerjaan EP ini terasa lebih santai dibanding album Katus (2023), Saat mendengarkan lagu-lagu dalam EP Pasang sembari membaca liriknya, terasa bahwa mini album ini menyimpan banyak kisah yang menarik.

 Baca Juga: Racun Sangga: Ketika Santet Menjadi Senjata Pemecah Rumah Tangga Hadir Dalam Sebuah Film

Vokalis Swellow, Bayu, menjelaskan dalam siaran pers bahwa lirik-lirik di EP Pasang mencerminkan apa yang mereka lihat dan rasakan sepanjang proses pembuatan EP ini, misalnya, energi para personel saat workshop di vila, kamera yang selalu tertinggal meski sudah direncanakan untuk dokumentasi, hingga siaran dokumenter NHK tentang pekerja pabrik di Jepang.

Mereka juga menyuarakan perasaan nostalgia pulang ke Bogor, cerita tentang kelelahan teman yang selalu berangkat lewat stasiun Manggarai, serta gambaran pagi yang hancur akibat genosida di Palestina.

Mendengarkan musik Swellow dalam EP ini, diawali dengan perasaan seperti diterpa angin pelan atau berendam di air yang tenang, seperti pada dua lagu pertama, "pagi" dan "bertamu".

Lagu "pasang", yang juga menjadi judul EP, memberikan nuansa yang lebih meriah dan mengangkat mood.

Baca Juga: Film ‘Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu’: Temukan Keseimbangan Antara Cinta dan Pencarian Jati Diri

EP ini pun menyajikan beragam warna musik, Idam menjelaskan bahwa eksplorasi musikal dalam EP Pasang berawal dari lagu-lagu yang sedang ia dengarkan, seperti campuran genre indie rock, indie pop, madchester, dan krautrock.

"Saya banyak mengambil inspirasi dari mood lagu-lagu band yang saya dengar, misalnya, setelah mendengarkan band McCarthy, saya ingin membuat lagu dengan nuansa indie pop seperti itu.

Lalu setelah mendengarkan Midlake, terciptalah ide untuk lagu 'kamera'," jelas Idam. 

Baca Juga: Menunggah Dengan Caption “2002 – 2024” Acil Sudah Bukan Drummer The Sigit Lagi?
Keberadaan The Cottons dan Zeke Khaseli di daftar lagu dalam EP Pasang menarik perhatian, terutama karena mereka berkolaborasi dalam lagu "lagu" dan "kamera".

Afnan, atau Abo, menceritakan bahwa sebelum penggarapan EP ini, ia dan Idam sudah mengirimkan rekaman awal lagu "kamera" kepada Zeke, yang akhirnya berkolaborasi untuk mengerjakan lagu tersebut sampai menjadi seperti versi yang sekarang.

Zeke menambahkan lantunan piano yang cocok dengan nada lagu itu.

 Baca Juga: Menjelang Tur Reuni, Liam Gallagher Membocorkan Album Baru Oasis Melalui Akun X

Sedangkan kehadiran The Cottons dalam EP Pasang terjadi ketika mereka membutuhkan kolaborator untuk melengkapi instrumen di lagu "lagu" dan "kamera".

Abo mengatakan, "The Cottons bisa sangat menyatu dengan kedua lagu tersebut, beberapa chord dan elemen musik di dalamnya pun diciptakan oleh The Cottons."

EP Pasang adalah rilisan ketiga dari Swellow, setelah album Katus (2023) dan EP Karet (2021). Lagu-lagu dalam EP ini sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik.

(Muhamad Syaghani)