PEPO.id — Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan Pemerintah Kabupaten Bogor akan turun tangan memperbaiki jalan rusak yang menghubungkan Kampung Kebon Awi, Desa Nanggung, dengan Kampung Cibeureum, Desa Curug Bitung.

Padahal, ruas tersebut berstatus jalan desa yang secara kewenangan bukan menjadi tanggung jawab langsung pemerintah kabupaten.

Keputusan itu disampaikan Rudy setelah menerima berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang selama ini mengganggu aktivitas warga.

Baca Juga: Ratusan ASN Ikut Andil, Bupati Cup 2026 Jadi Wadah Pererat Silaturahmi Pegawai Pemkab Bogor

Menurutnya, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap kebutuhan masyarakat hanya karena persoalan administratif atau batas kewenangan.

“Kemarin kami sudah dengar, walaupun jalan desa, nanti Pemerintah Kabupaten akan bangun,” kata Rudy saat berdialog dengan warga.

Ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat setempat. Selain digunakan untuk mobilitas harian, jalan itu menjadi jalur utama bagi pelajar menuju sekolah, warga yang membutuhkan layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Nanggung dan sekitarnya.

Kerusakan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir membuat perjalanan warga menjadi lebih sulit, terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut juga berdampak pada distribusi hasil pertanian dan aktivitas usaha masyarakat yang bergantung pada kelancaran akses transportasi.

Baca Juga: Diikuti 95 Instansi, Turnamen Biliar Bupati Cup 2026 Meriahkan Hari Jadi Bogor

Rudy menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk menyelesaikan persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, meskipun status jalan berada di bawah kewenangan desa, Pemkab Bogor tetap mencari solusi agar perbaikannya dapat segera direalisasikan.

Ia meminta warga memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk menuntaskan persoalan tersebut melalui perencanaan dan proses pembangunan yang tepat.

“Bapak Ibu percaya sama saya, tahun ini saya tangani. Desember saya tagih janji Bapak Ibu,” ujarnya yang langsung disambut antusias masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Rudy juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan warga. Ia menilai banyak persoalan pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat ketika aspirasi masyarakat disampaikan secara terbuka dan konstruktif.

Menurutnya, pendekatan dialog menjadi salah satu kunci dalam menentukan prioritas pembangunan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan perhatian terhadap infrastruktur dasar.

Rudy turut menyinggung sejumlah pembangunan yang mulai direalisasikan di kawasan lain, termasuk wilayah Malasari yang sebelumnya juga lama menantikan peningkatan infrastruktur. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa pemerintah daerah terus berupaya mengejar ketertinggalan pembangunan di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

“Kalau bicara baik-baik, kita dengarkan. Pemerintah hadir untuk melayani masyarakat dan menyelesaikan persoalan yang ada,” tegasnya.

Di akhir dialog, suasana mencair ketika Rudy melontarkan candaan kepada warga. Ia berjanji akan datang kembali apabila jalan tersebut selesai diperbaiki dan masyarakat menggelar acara syukuran.

“Kalau jalan ini saya benerin, undang saya syukuran bareng-bareng ya,” ucap Rudy yang langsung disambut tepuk tangan warga.***