PEPO.id — Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menilai program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kecamatan Cigudeg tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga berpotensi besar menggerakkan roda ekonomi masyarakat desa.

Hal itu disampaikan Jaro Ade saat menghadiri kegiatan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-128 di Cigudeg, Jumat, 8 Mei 2026. Menurutnya, pembangunan akses jalan dan fasilitas pendukung di wilayah pelosok akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga.

“Ketika akses jalan semakin baik, mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah. Distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga pelayanan masyarakat juga akan ikut meningkat,” ujar Jaro Ade.

Baca Juga: Jadi Kunci Stabilitas Pembangunan, Bupati Bogor Apresiasi Kontribusi Buruh untuk Kemajuan Ekonomi

Ia mengapresiasi kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang dinilai mampu menghadirkan pembangunan nyata di kawasan yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.

Program TMMD di Cigudeg sendiri mencakup pengaspalan jalan penghubung Desa Banyuasih dan Desa Tegallega yang selama ini menjadi akses vital warga. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memangkas hambatan transportasi, terutama saat musim hujan.

Selain pembangunan jalan, TMMD ke-128 juga menghadirkan berbagai program lain seperti pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu), renovasi mushola, pembangunan saluran air bersih, hingga perbaikan fasilitas MCK.

Ketua Tim Wasev TMMD ke-128, Brigjen TNI Edi Yusnandar, menyebut progres pembangunan saat ini telah mencapai lebih dari 59 persen. Ia menilai pemilihan sasaran pembangunan di Cigudeg sudah tepat karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat desa.

Baca Juga: Rudy Susmanto Bantah Melawan KDM Terkait Penataan Tambang, Tegaskan Tetap Bersinergi dengan Pemprov

Menurutnya, pembangunan infrastruktur desa memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk memperkuat konektivitas ekonomi antarwilayah.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, program TMMD juga diisi dengan kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kesehatan, mitigasi bencana, bahaya narkoba, hingga wawasan kebangsaan.

Jaro Ade berharap program tersebut dapat menjadi pemicu percepatan pembangunan desa sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah barat Kabupaten Bogor.***