PEPO.id — Bupati Bogor Rudy Susmanto mempercepat pembangunan hutan kota di Kabupaten Bogor dengan capaian signifikan dalam waktu singkat. Dalam kurun empat bulan terakhir, luas kawasan hijau yang berhasil diwujudkan telah mencapai 156,44 hektare dengan total 45.152 pohon tertanam.

Program ini dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus merespons tantangan perubahan iklim.

Percepatan tersebut mengacu pada instruksi bupati yang diterbitkan akhir 2025, yang mendorong setiap kecamatan menyediakan minimal satu hektare lahan untuk hutan kota. Implementasinya dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan seluruh perangkat daerah.

Baca Juga: Sport Center Rancabungur Dibangun, Rudy Susmanto Pastikan Tenaga Kerja Lokal Diutamakan

Untuk menjaga konsistensi program, Pemkab Bogor juga menggulirkan gerakan rutin bertajuk “Selasa Menanam”. Melalui kegiatan ini, penanaman pohon dilakukan secara berkala setiap pekan, sehingga luasan hutan kota terus bertambah.

Selain fokus pada kuantitas, jenis pohon yang ditanam pun beragam, mulai dari tanaman cepat tumbuh hingga pohon endemik dan bernilai ekonomi, yang sekaligus mendukung fungsi konservasi lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci. Sekretaris Daerah berperan sebagai koordinator utama, sementara Dinas Lingkungan Hidup bertugas melakukan pendampingan teknis dan evaluasi di lapangan. Para camat juga didorong aktif menyediakan lahan serta menggalang dukungan pendanaan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan.

Baca Juga: Kejar Pemerataan, Bupati Bogor Rudy Susmanto Bangun Akses Jalan hingga Wilayah Terpencil

Rudy menegaskan, program penghijauan ini bukan sekadar agenda jangka pendek, melainkan investasi lingkungan yang manfaatnya akan dirasakan generasi mendatang.

“Yang kita lakukan hari ini adalah untuk masa depan. Lingkungan yang baik adalah warisan penting bagi anak cucu kita,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab Bogor menargetkan puncak kegiatan penanaman serentak yang akan digelar pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.***