PEPO.id - Kekompakan masyarakat dari 40 kecamatan mewarnai Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-48 Tingkat Kabupaten Bogor yang berlangsung pada Sabtu (31/10/2026). Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi keterlibatan ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat tersebut. Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan ini menjadi gambaran kuatnya semangat kolaborasi di Kabupaten Bogor.
Pawai yang dimulai dari Stadion Pakansari dan berakhir di Alun-Alun Kabupaten Bogor itu diikuti lebih dari 5.000 peserta. Mereka terdiri atas para kafilah dari seluruh kecamatan, unsur pemerintah wilayah, TNI-Polri, tokoh agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.
Rudy menilai keterlibatan berbagai kelompok tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan antarelemen masyarakat.
"Ini merupakan semangat masyarakat Kabupaten Bogor. Kita melihat bagaimana 40 kecamatan bersinergi bersama TNI-Polri, organisasi keumatan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat. Inilah kolaborasi yang harus terus kita jaga," ungkap Rudy.
Antusiasme peserta juga terlihat dari partisipasi Kecamatan Cibinong yang mengerahkan sekitar 1.200 orang dalam pawai tersebut. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai wilayah membuat suasana sepanjang rute kegiatan berlangsung semarak.
Bagi Rudy, semangat kebersamaan seperti ini perlu terus dipelihara, tidak hanya saat penyelenggaraan MTQ, tetapi juga dalam berbagai upaya membangun Kabupaten Bogor. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan warga dinilai menjadi modal penting untuk menjaga keharmonisan daerah.
Di sisi lain, Rudy mengingatkan bahwa MTQ memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar mempertemukan peserta untuk memperebutkan gelar juara. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat semakin mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menyoroti potensi para santriwan-santriwati serta qori dan qoriah asal Kabupaten Bogor. Karena itu, Rudy meminta dewan hakim dan dewan juri menjalankan penilaian secara objektif agar setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
"Di Kabupaten Bogor banyak santriwan-santriwati serta qori dan qoriah hebat. Saya berpesan kepada dewan hakim dan dewan juri agar memberikan penilaian secara objektif, sehingga setiap peserta memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya," jelasnya.
Rudy berharap MTQ ke-48 dapat menjadi bagian dari proses melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi dan berakhlak mulia. Ia ingin potensi peserta dari Kabupaten Bogor mampu berkembang hingga dapat bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
"Mari jadikan MTQ ini bukan hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi momentum untuk semakin mencintai, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dari Kabupaten Bogor, kita ikhtiarkan lahirnya generasi Qur’ani yang unggul dan berakhlak mulia," pungkasnya.
Pawai Ta’aruf MTQ ke-48 menjadi pembuka rangkaian kegiatan yang sekaligus memperlihatkan partisipasi masyarakat dari berbagai wilayah. Bagi Pemerintah Kabupaten Bogor, semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan dalam membangun daerah.***








