PEPO.id -- Kisah nyata yang dialami Arif Sriyono menyedot perhatian netizen khususnya Karawang beberapa waktu lalu.

Kisah ini bermula ketika seorang istri yang ingin mengeksekusi suaminya sendiri dengan membuat skenario seolah-olah sang suami dibegal.

Sang istri dengan tega melakukan hal keji itu dengan melibatkan beberapa eksekutor bayaran serta adik kandungnya sendiri.

Motif dari dari kisah ini adalah karena keinginan sang istri untuk menguasai warisan dari suaminya dan dia ingin menjadi seorang janda yang ditinggal karena meninggal dunia lalu bisa menikahi laki-laki selingkuhannya.

Baca Juga: Kesal Soal Capres Harus Bisa Ngaji, Foto dan Video Masa Lalu Kartika Putri Disebar Netizen

Bagaimana cerita selengkapnya tentang kasus yang satu ini langsung saja kita bahas di artikel ini. Pada sebuah lokasi di Karawang Jawa Barat, ada seorang Istri tega menghabisi suaminya dengan menyewa orang bayaran.

Polisi berhasil mengungkap seorang karyawan pabrik di Karawang Jawa Barat. Mulanya korban bernama Arif Sriyono sempat dikira sebagai korban begal yang akhirnya ada kecurigaan dan setelah dilakukan analisa CCTV bahwa betul yang menjadi pelaku utama yang melakukan eksekutor itu ada dua orang.

Salah satunya adalah adik ipar sendiri. Pada sebuah daerah tepatnya di Dusun Kaliduren Desa Adimulyo, Kecamatan Adimulyo Kebumen di sana ada seorang laki-laki yang bernama Arif Sriyono yang usianya masih tergolong muda yaitu 33 tahun.

Arif merupakan seorang putra dari orang terpandang di tempat dia tinggal yang mana ayahnya itu merupakan seorang kepala dusun.

Background dari keluarga Arif itu adalah keluarga yang berkecukupan yang tinggal di desa. Singkat cerita Arif menyelesaikan pendidikannya lalu pergi merantau ke Karawang dan di sana dia bekerja menjadi seorang karyawan dengan posisi quality division di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Karawang.

Baca Juga: Anies Baswedan Menentang Pembangunan Jalan Tol dan Kereta Cepat? Beginilah Beda Infrastruktur Jalan Berbayar dan Non Bayar

Penghasilan dari Arif bisa dikatakan lumayan besar dan Arif ini bekerja sudah hampir 10 tahun di sana di mata orang-orang Arif ini dikenal dengan sosok yang cukup pintar dan juga berwawasan yang luas.

Dia juga pintar dalam mengelola keuangan makanya sebelum menikah dia sudah memiliki sebuah rumah yang bisa dikatakan cukup layak untuk ditinggali dan dia memiliki rumah tersebut.

Jauh sebelum memiliki istri, rumahnya itu terletak di kawasan perumahan Griya Budiman Asri Desa Cibalong Sari Kecamatan Klari Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Lokasi tersebut tidak terlalu jauh dari tempat dia. Bekerja sejak lama Arif ini sudah menderita penyakit yang bisa dikatakan cukup parah yang mana ternyata penyakitnya ini mengharuskan Arif secara rutin untuk melakukan cuci darah di salah satu rumah sakit yang ada di Karawang.

Saat itu dia mulai merasa butuh pendamping karena dia merasa sudah harus ada yang membantu dia menjalani kehidupan.

Kemudian dia pun mulai mencari pasangan wanita yang bisa diajak untuk menikah setelah beberapa tahun bekerja sambil mencari calon pasangannya. Akhirnya dia bertemu dengan seorang perempuan yang bernama Ossy Claranita Nanda Triar atau biasa disapa dengan Osi.

Hubungan antara Arif dengan Osi bisa dikatakan sangat-sangat manis. Semuanya berjalan lancar dan setelah beberapa waktu saling mengenal akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan yang serius.

Hubungan yang terjalin antara mereka itu sangatlah romantis. Mereka tampak sering menghabiskan waktu bersama.

Setelah beberapa lama berhubungan akhirnya mereka berkomit untuk menjalin hubungan yang lebih serius yang mana sekitar tahun 2014 mereka memutuskan untuk menikah.

Baca Juga: Benarkah Pandangan Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh Cuma untuk Orang Kaya? Gimana untuk Si MIskin?

Arif di saat itu melamar Osi dan Osi pun langsung menerima lamaran tersebut. Dari situlah mereka mulai menyiapkan banyak hal untuk pernikahan mereka selain menyiapkan segala persiapan biaya pernikahan mereka juga mulai mengkomunikasikan bagaimana perjanjian nikah dan juga pasca pernikahan yang mana Ini harus dilakukan agar tidak miskomunikasi di kemudian hari lalu.

Pada saat itu, keduanya kemudian membuat kesepakatan yang mana di antaranya adalah kesepakatan jika suatu saat istrinya meminta cerai maka istrinya itu tidak berhak mendapatkan harta apapun dari sang suami pada saat itu terjadi percakapan kurang lebih seperti ini, "Sayang kita buat kesepakatan ya, kamu kan sering tuh apa-apa minta putus nah aku enggak mau kalau nanti kita nikah kamu masih begitu-begitu terus. Ya kalau tiba-tiba minta cerai jadi kita buat kesepakatan aja ya kalau kamu minta cerai sama aku kamu enggak akan dapat harta apapun dari aku enggak ada tuh yang namanya harta gono gini." ucap Arif.

Lalu dijawablah oleh Osi, "ih apaan sih kayak gitu aku enggak setuju ah." ucapnya.

Lalu Arif berkata lagi "Lah kok kamu enggak setuju berarti kalau kayak gitu kamu bakal gampang ceraiin aku dong, kamu ada niatan buat ninggalin aku di kemudian hari." tanya Arif.

Lalu Osi menjawab lagi "Ya enggaklah tapi kok kayak rugi di aku dong." ucap Osi.

Menimpali jawaban dari Arif, Arif lalu menjawab lagi "Ya Enggak dong kalau kamu gak ada niatan ninggalin aku, oke gini deh Itu kan perjanjiannya kalau kamu ceraiin aku kamu gak dapat apa-apa tapi kalau misalkan salah satu di antara kita meninggal nih semua harta jadi milik yang ditinggalkan." ucap Arif memberikan penawaran tersebut.

Kemudian Osi berpikir, "Ya udah deh oke aku setuju." fikirnya.

Lalu dibuatlah perjanjian di dalam perjanjian itu walaupun Osi sudah setuju dengan opsi yang diberikan oleh Arif tapi terlihat dia ini sangat takut apalagi dia menyadari kalau dia gampang meminta pisah dari Arif namun apa boleh buat hal itu sudah dia iyakan. Mau tidak mau dia menandatangani perjanjian tersebut.

Setelah membahas banyak hal dan menyiapkan semua persiapan untuk pernikahan mereka tibalah pada sekitar bulan Mei tahun 2014 mereka akhirnya menikah dan setelah menikah Osi langsung diajak tinggal di rumah Arif suaminya.

Dari pernikahan mereka tersebut, mereka ini diberkahi dengan kehadiran seorang anak dan kelihatannya kehidupan mereka penuh kebahagiaan dan seiring dengan keharmonisan. Beberapa tahun setelah pernikahan tiba-tiba tanpa alasan yang jelas Osi mulai merasa bosan dengan kehidupan rumah tangganya dengan Arif.

Begitu juga dengan Arif yang merasa rutinitas rumah tangganya menjadi monoton. Karena pada saat itu mereka berdua seperti tidak punya goals dalam menjalankan rumah tangga gara-gara perasaan yang menonton tersebut.

Osi akhirnya mencoba untuk mencari kepuasan di tempat lain alias di luar rumah. Pada saat itu tanpa diketahui oleh suaminya tiba-tiba Osi mengenal seorang laki-laki yang membuatnya terpesona dan jatuh hati.

Osi pun akhirnya memilih untuk berselingkuh agar bisa membuat dirinya puas. Sejak saat itu Osi mulai tidak betah jika berada di rumah ketika suaminya pergi bekerja tidak jarang dia juga suka diam-diam pergi bersama selingkuhannya itu yang mana mereka karena sangat intens bertemu.

Hubungan Osi dan selingkuh semakin hari semakin di luar batas, di sisi lain Arif mulai curiga dengan gelagat sang istri kemudian dengan rasa penasarannya dia mencoba untuk mencari tahu sendiri tentang apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Osi.

Setelah beberapa lama mengumpulkan petunjuk akhirnya suatu waktu melalui pesan di handphone Osi suaminya mulai mengetahui kalau istrinya ini ternyata memiliki selingkuhan.

Saat itu Arif yang mengetahui kenyataan pahit kalau dia diduakan kemudian merasa murka dan dia langsung dengan frontal mengatakan.

"Kamu ini apa-apaan sih maksud kamu apa bisa-bisanya ya kamu tidak memikirkan perasaan aku dan selingkuh kamu enggak mikirin anak kita dasar ya kamu ini wanita murahan. Biarkan saja ya mulai saat ini aku tidak akan memberikan kamu nafkah yang sama seperti biasanya." ucap Arif.

Lalu Osi langsung membantah dan dia mengatakan "Ya gak bisa gitu dong Mas, kamu ini apa sih aku juga tahu ya kalau kamu juga selingkuh di belakang aku sudah kamu jangan tutup-tutupi lagi akui aja." ucap Osi sambil marah.

"Arif yang tidak terima karena dituduh selingkuh kemudian mengatakan Kamu ini jangan asal bicara kalau salah yang ngaku salah jangan malah plank viktim sudah pokoknya mulai saat ini terserah kamu kalau kamu minta cerai juga ya kamu yang akan rugi tidak akan dapat apa-apa biar saja kamu lanjutkan perselingkuhanmu itu tapi jangan harap aku bisa memberikan nafkah kepada kamu." ucap Arif.

Dengan tegas dan marah-marah keduanya kemudian terlibat cekcok yang sangat hebat di mana dalam percekcokan itu membuat hubungan rumah tangga mereka berada di ambang kehancuran dan saat itu Arif mulai membatasi uang bulanan kepada Osi dan bahkan terkadang Arif tidak memberikan nafkah yang layak seperti sebelumnya kepada Osi.


Singkat cerita, Osi berfikir kalau Arif meminta cerai, maka dia tidak akan mendapatkan apapun. Jadilah di saat itu dia kebingungan sekaligus sakit hati mengingat perjanjian yang dibuat oleh Arif. Tidak lama kemudian dia tiba-tiba terpikir gimana kalau Arif ini dihabisi saja karena kan di perjanjian tersebut dia bisa memiliki harta Arif apabila dia ditinggal mati oleh Arif alias menjanda karena meninggal dunia.

Kemudian setelah beberapa waktu memikirkan serta meyakinkan diri akhirnya dia mantap dengan rencana mengeksekusi suaminya itu dengan sebuah skenario yang sudah dia atur dia tidak mau melancarkan aksinya ini sendiri dia membutuhkan bantuan orang lain di saat itu orang pertama yang kepikiran untuk diajak adalah adiknya yang bernama Pandu.

Agar bisa membantu dia melancarkan aksinya ini pada saat itu dia menghubungi adiknya tersebut dan menjelaskan maksud dari rencana yang akan dia lakukan kepada suaminya.

Pada awalnya Si Pandu itu tidak mau, namun Osi merayu adiknya ini dengan memasang wajah yang memelas sampai pada akhirnya adiknya Pandu mau membantu kakaknya ini.

Malahan di saat itu Pandu ikut memberikan ide kepada sang kakak setelah berdiskusi dengan adiknya. Rupanya saat itu masih belum cukup juga jika mereka berdua yang turun tangan dalam melakukan aksi eksekusi ini.

Mereka masih membutuhkan bantuan satu orang lagi agar bisa melancarkan aksinya. Di saat itu mereka memutuskan untuk menyewa orang dan entah dari mana mereka mendapatkan koneksi akhirnya mereka mendapatkan orang bayaran yaitu seorang laki-laki berinisial RZ dengan tawaran Rp1,5 juta untuk aksi tersebut. RZ ini dijanjikan akan diberikan barang berharga milik Arif jika aksi mereka ini berhasil.

Di saat itu Osi melakukan pertemuan di sebuah kos namun tidak disebutkan ini kos milik siapa, di sana dia bersama RZ dan juga adiknya Pandu mengatur semua skenario dan menentukan waktu yang cocok untuk melancarkan aksi mereka.

Rencana ini berjalan cukup lama hingga pertemuan tersebut mereka lakukan sebanyak empat kali. Saat itu mereka berencana untuk membuat seolah-olah Arif ini dibegal dan rencananya mereka akan melakukan aksi ini pada malam hari yaitu malam Minggu, tanggal 7 Januari tahun 2024.

Namun saat itu setelah dipikir-pikir mereka menunda terlebih dahulu karena menganggap waktunya tidak pas karena malam Minggu sudah pasti akan ramai.

Lalu singkat cerita tibalah keesokan harinya ketika Osi sedang bersama uhannya Osi ini sempat teleponan dengan adiknya Pandu dan juga RZ di saat itu Osi kembali membahas rencana mereka karena kemarin di tanggal 7 mereka tidak jadi melancarkan aksinya.

Lalu mereka berniat melakukan aksi tersebut Justru pada malam hari itu pada saat Osi ini menelepon ternyata selingkuhannya mendengar tentang percakapan Osi dengan beberapa orang di telepon tersebut yang didengar oleh selingkuhannya adalah soal rute melintas tapi selingkuhannya ini tidak mengetahui apa sih yang sebenarnya dibahas oleh Osi.

Karena di saat itu Osi menelepon tidak menggunakan mode speaker lalu Karena penasaran selingkuhannya pun bertanya. "Eh Osi kamu bahas apa kok kayaknya kamu ngobrol sama mereka serius banget." tanya selingkuhannya.

Lalu Osi di saat itu mengelak dia bilang, "Ah enggak ini aku lagi diskusi mau buka usaha angkringan." ucap Osi.


Sigkat waktu, dia sudah menyiapkan alat untuk segera mengeksekusi dan tibalah hari di mana mereka akan melancarkan aksi tersebut. Ketika itu pada hari Senin tanggal 8 Januari tahun 2024 tengah malam tiba-tiba Pandu adiknya Osi menelepon Arif.

Pandu di saat itu mengabarkan Arif dengan mengatakan kalau motornya mogok di tengah jalan di saat itu Pandu menelepon Arif dengan berkata. "Halo bang Arif boleh minta tolong enggak ya ini aku habis dari rumah teman eh tiba-tiba motorku mogok Aku lagi sama temanku sih tapi aku gak bisa benerinnya kira-kira bisa enggak Bang? Abang ke sini bantuin aku takut banget nih Bang Di sini sepi banget." ucap Pandu.

Arif yang mendengar kabar itu lalu berkata Aduh ada-ada aja malam-malam gini ya udah sharlock aja ya sekarang nih Abang siap-siap habis itu langsung otw ke sana.

Tidak lama kemudian telepon pun terputus dan Pandu mengirimkan lokasi kepada Arif. Lokasi Pandu saat itu berada di pinggir jalan irigasi Sasak Mesran Desa Cibolangsari Kecamatan Klari, Karawang yang mana itu adalah daerah yang sangat sepi.

Setelah dia siap-siap dia langsung menancapkan gas mengendarai motornya ke lokasi tersebut beberapa menit kemudian tepat di pukul 00.17 alias dini hari hari sudah berganti sudah memasuki hari Selasa tanggal 9 Januari tahun 2024.

Arif setelah perjalanan Arif tiba di lokasi di mana Pandu berada di sana terlihat Pandu tengah berpura-pura mengecek motornya dan terlihat juga pandu bersama seseorang yang merupakan RZ yaitu eksekutor bayaran. Tanpa berlama-lama Arif yang melihat adik iparnya itu langsung saja turun dan bertanya. "Kenapa sih motornya?" kata Arif.

Lalu Pandu menjawab engak tahu nih bang coba deh abang cek ucap Pandu Arif kemudian langsung men menundukkan badannya dan mencoba memeriksa mesin motor tersebut.

Lalu tiba-tiba dari arah belakang RZ yang sedari tadi duduk di motor kemudian tanpa basa-basi langsung mengeluarkan senjata dan menikam bagian leher Arif dengan lima tikaman pisau.

Tak hanya itu saja RZ juga menikam tangan Arif Dan di saat itu Arif masih bisa melakukan perlawanan. Dia sangat kaget dengan apa yang dilakukan oleh RZ dan juga pandu yang ikut membantu RZ.

Arif berkata wei apa-apaan ini apa yang kalian lakukan tolong tolong teriak Arif di saat itu di saat itu Arif berusaha menangkis tikaman dari RZ sehingga dia jatuh dari motor dengan keadaan yang bersimbah cairan merah. Lalu tidak sampai di situ, kini giliran Pandu setelah Abangnya jatuh dari motor dia kemudian menyerang Arif menggunakan sebilah celurit yang sedari awal sudah dia bawa.

Arif yang rintih kesakitan dengan sangat panik masih berteriak dia masih terus mencoba melawan dengan menangkis sabetan dari Pandu. Namun naas Arif kelelahan dan sabetan celurit dari Pandu mengenai dada Arif dan juga bagian perut Arif yang mengakibatkan luka menganga yang sangat besar hingga akhirnya Arif meregang nyawa karena kehabisan cairan merah.


Singkat cerita, pihak perusahaan dari Arif mendesak pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini yang mana biasanya kasus-kasus pembegalan seperti ini akan berakhir buntu, jarang sekali terungkap, jarang sekali diusut sampai tuntas namun karena kasus ini berhubungan dengan karyawan penting di sebuah perusahaan besar akhirnya pihak kepolisian mengusut sampai tuntas.

Atas kejadian ini apalagi di saat itu pihak kepolisian melihat kondisi dari jasad Arif itu berbeda sekali dengan kondisi jasad pembegalan pada umumnya.

Osi yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi langsung berkata Saya berusaha koperatif apapun hukumannya saya akan menerima hukuman tersebut.

Osi dan Pandu dikabarkan akan dijerat dengan pasal 340 KUHP jungto pasal 56 dan atau pasal 365 ayat 3 KUHP atau pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.