PEPO.id — Wakil Bupati Bogor Jaro Ade menegaskan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) ke-2 tingkat Kabupaten Bogor menjadi momentum penting dalam mencetak generasi santri yang unggul, berilmu, dan berakhlak mulia.
Kegiatan yang digelar di Babakan Madang ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bogor di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan.
Menurut Jaro Ade, ajang MQK tidak hanya sekadar kompetisi, melainkan juga menjadi sarana pembinaan sekaligus proses kaderisasi ulama di masa depan. Para santri didorong untuk meningkatkan kemampuan dalam membaca, memahami, hingga menjelaskan kitab kuning sebagai fondasi keilmuan pesantren.
Baca Juga: Pemkab Bogor Terapkan WFH, Rudy Susmanto Pastikan Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu
“Ini bukan hanya lomba, tetapi ruang belajar bersama sekaligus mempererat silaturahmi antar pesantren,” ujarnya.
Ia menekankan, keberadaan pondok pesantren di Kabupaten Bogor yang jumlahnya mencapai sekitar 3.000 menjadi potensi besar dalam pembangunan daerah. Pesantren dinilai tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, serta integritas generasi muda.
Apresiasi juga disampaikan kepada para pimpinan pesantren yang dinilai konsisten melahirkan santri berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Raden Enjat Munjiat, menyebut MQK sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sejalan dengan program nasional.
Baca Juga: Jejak Sejarah Kabupaten Bogor Dikuatkan, Rudy Susmanto Soroti Peran Identitas Daerah
Ia mengingatkan para peserta agar menjadikan ajang ini sebagai sarana pembelajaran, bukan sekadar mengejar kemenangan.
“Nilai utama dari kegiatan ini adalah bagaimana ilmu yang didapat bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” jelasnya.
Dalam kompetisi ini, para santri menunjukkan kemampuan mereka dalam berbagai disiplin ilmu keislaman, seperti nahwu, sharaf, tafsir Al-Qur’an, hadis, hingga ushul fiqh. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, MQK juga berfungsi sebagai evaluasi terhadap proses pendidikan di lingkungan pesantren.
Panitia juga menekankan pentingnya integritas dewan hakim agar proses penilaian berjalan objektif dan adil bagi seluruh peserta.
Melalui penyelenggaraan MQK ke-2 ini, Pemkab Bogor berharap lahir generasi santri yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa depan.***



