PEPO.id -- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah pengumuman gencatan senjata selama dua minggu.

Keputusan ini justru menuai kritik tajam dari media pemerintah Iran yang menilai langkah tersebut sebagai kemunduran dari ancaman sebelumnya.

Dalam laporan yang dirilis pada Rabu, 8 April 2026, Tasnim News Agency menyebut bahwa keputusan Donald Trump mencerminkan perubahan sikap signifikan dalam menghadapi Iran.

Media Iran Sebut Trump Mundur dari Ancaman

Menurut laporan Tasnim News Agency, kesepakatan gencatan senjata tersebut dicapai melalui sejumlah syarat yang diajukan oleh pihak Iran. Bahkan disebutkan bahwa Trump telah menyetujui proposal berisi 10 poin yang menjadi dasar negosiasi antara kedua negara.

Baca Juga: Bupati Bogor Kaji Bus Wisata Terbuka Rute Pakansari-Puncak, Targetkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Media tersebut menegaskan bahwa rincian lengkap kesepakatan akan segera diumumkan oleh pemerintah Iran dalam waktu dekat. Hal ini memperkuat narasi bahwa Iran memiliki posisi tawar yang kuat dalam perundingan tersebut.

Klaim Kekuatan Militer Iran Tekan AS

Tak hanya Tasnim, media lain seperti Alalam News juga menyampaikan pandangan serupa. Mereka menilai keputusan Trump sebagai langkah mundur yang memalukan bagi Amerika Serikat.

Dalam laporannya, disebutkan bahwa kekuatan militer Iran menjadi faktor utama yang memaksa AS menerima kesepakatan tersebut. Bahkan, Trump dikabarkan tidak memiliki pilihan selain menerima rencana 10 poin yang diajukan oleh Iran.

Trump: Proposal Iran Jadi Dasar Negosiasi

Di sisi lain, Donald Trump memberikan perspektif berbeda. Ia menyebut bahwa proposal dari Iran merupakan langkah awal yang layak untuk membuka jalur diplomasi lebih lanjut.

Trump juga menyatakan bahwa keputusan menangguhkan serangan selama dua minggu diambil setelah melakukan komunikasi dengan pemimpin Pakistan. Namun, ia menekankan bahwa Iran harus segera membuka akses ke Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan.

Baca Juga: Arah Pembangunan Bogor 2027 Ditentukan, Rudy Susmanto Fokus Infrastruktur dan SDM

Gencatan Senjata Jadi Sinyal Redanya Konflik Sementara

Kesepakatan ini dinilai sebagai sinyal meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah, meskipun hanya bersifat sementara. Konflik antara Iran dan Amerika Serikat masih berpotensi berubah sewaktu-waktu, tergantung pada perkembangan negosiasi selanjutnya.

Para pengamat menilai bahwa langkah ini bisa menjadi pintu masuk bagi dialog yang lebih luas, namun tetap menyisakan ketidakpastian di tengah dinamika geopolitik global.

Kritik keras dari media Iran terhadap Donald Trump menunjukkan adanya perbedaan persepsi terkait kesepakatan gencatan senjata ini.

Di satu sisi, Iran menganggapnya sebagai kemenangan diplomatik, sementara di sisi lain, Trump melihatnya sebagai peluang untuk membuka jalur negosiasi.

Situasi ini menegaskan bahwa konflik belum sepenuhnya berakhir, dan dunia masih menunggu langkah selanjutnya dari kedua negara besar tersebut.