PEPO.id — Dalam satu tahun pertama masa kepemimpinannya, Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Jaro Ade mencatat pembangunan jalan sepanjang 516,83 kilometer di 40 kecamatan.

Infrastruktur menjadi fokus utama untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus membuka akses ekonomi masyarakat.

Rudy dan Jaro Ade resmi dilantik pada 20 Februari 2025. Sejak itu, percepatan pembangunan fisik digencarkan melalui APBD maupun bantuan keuangan desa, dengan sasaran tidak hanya kawasan perkotaan, tetapi juga wilayah terpencil dan perbatasan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, total 516,83 kilometer jalan tersebut terdiri dari pembangunan dan rekonstruksi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sepanjang 80,54 kilometer.

Baca Juga: 422 Ribu Warga Rentan Diintervensi, Bupati Bogor Fokus Pengentasan Kemiskinan Sepanjang 2025

Rinciannya meliputi pembangunan baru 3,03 kilometer dan rekonstruksi 77,54 kilometer.

Sementara itu, melalui bantuan keuangan desa, pembangunan jalan mencapai 435,29 kilometer.

Pekerjaan tersebut mencakup peningkatan jalan 9,9 kilometer, betonisasi 190,2 kilometer, serta pengaspalan 235,1 kilometer.

“Infrastruktur adalah fondasi pemerataan pembangunan di Kabupaten Bogor,” ujar Ajat.

Tak hanya jalan, pemerintah daerah juga memperkuat sarana pendukung lain.

Sepanjang 499 meter jembatan dibangun dan ditingkatkan, drainase diperbaiki sepanjang 20,08 kilometer, serta tembok penahan tanah dibangun sepanjang 34,89 kilometer untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur.

Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Mahasiswa Terlibat Aktif Bangun SDM dan Ekonomi Daerah

Di wilayah barat Bogor, Rudy merealokasi anggaran sebesar Rp104 miliar untuk memperbaiki 13 titik ruas jalan di Parungpanjang, Gunungsindur, Rumpin, dan Cigudeg.

Tujuh ruas vital yang terhubung ke jalan provinsi serta perbatasan Tangerang menjadi prioritas betonisasi.

Ruas yang diperbaiki antara lain Jalan Pingku–Kampung Asem Kuda, Caringin–Cilaketan–Parungpanjang, Lumpang–Cikuda, Prumpung–Gunungsindur–Cicangkal, Cicangkal–Maloko, Kampung Sawah–Janala, hingga Janala–Lebakwangi.

Sementara di Kecamatan Nanggung, sekitar Rp20 miliar dialokasikan untuk membangun Jalan Nirmala sepanjang 18,5 kilometer di Desa Malasari.

Jalan tersebut sebelumnya belum pernah tersentuh pembangunan modern sejak era sebelum kemerdekaan.

Pembangunan Jalan Nirmala dilakukan melalui skema Karya Bakti TNI bekerja sama dengan Kodim 0621 dan Korem 061 guna mempercepat pengerjaan tanpa proses lelang panjang.

Hingga pertengahan Juli 2025, progres pembangunan telah mencapai sekitar 20 persen.

Selain infrastruktur jalan, pemerintah daerah juga merehabilitasi 3.406 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan membangun 400 unit hunian tetap (huntap) sepanjang 2025.

Langkah ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur dasar sekaligus strategi pengentasan kemiskinan.

Ajat menilai capaian tersebut merefleksikan arah kepemimpinan Rudy-Ade yang menitikberatkan pada percepatan pembangunan fisik untuk membuka konektivitas wilayah dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara merata.***