PEPO.id — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyiapkan kawasan pertanian modern seluas 24 hektare yang akan dikembangkan sebagai laboratorium pertanian terpadu untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Bogor.
Program tersebut menjadi salah satu agenda strategis yang dibahas dalam rapat koordinasi pembangunan terpadu yang dipimpin Rudy Susmanto di Pendopo Bupati Bogor, Jumat (5/6/2026). Selain jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, rapat juga dihadiri unsur TNI, pegiat lingkungan, dan praktisi pertanian.
Rudy menegaskan bahwa sektor pangan harus menjadi salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, Pemkab Bogor tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyiapkan kawasan percontohan yang dapat menjadi pusat pengembangan teknologi pertanian modern.
Baca Juga: Bangun Bogor Hijau, Rudy Susmanto Sebut Lingkungan Lestari Berawal dari Aksi Bersama Masyarakat
"Kita ingin kawasan ini menjadi laboratorium pertanian modern. Oleh karena itu, kita menggandeng para praktisi yang memiliki pengalaman dan kompetensi agar pengelolaan lahan, teknologi budidaya, dan hasil produksinya benar-benar optimal serta berkelanjutan," ujar Rudy.
Kawasan tersebut nantinya akan difungsikan sebagai demplot pertanian skala besar yang dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan jajaran TNI. Berbagai inovasi pertanian modern akan diterapkan untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi petani di Kabupaten Bogor.
Untuk mendukung program tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan juga mendapat tugas membangun fasilitas greenhouse modern. Fasilitas ini akan digunakan untuk pengembangan berbagai komoditas hortikultura dan tanaman buah unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Menurut Rudy, pembangunan sektor pertanian saat ini harus mengedepankan pemanfaatan teknologi dan pendekatan yang berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan di masa depan.
Baca Juga: Menyusuri Akar Sejarah Bogor, Jaro Ade Gelar Napak Tilas Jasinga-Malasari di Momen HJB ke-544
Karena itu, Pemkab Bogor turut melibatkan pegiat lingkungan dan praktisi pertanian organik untuk memberikan pendampingan teknis terkait pengelolaan lahan, pola tanam, hingga penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan.
Selain menyiapkan kawasan pertanian, pemerintah daerah juga memperhatikan aspek pendukung lainnya, termasuk ketersediaan air. Perumda Air Minum Tirta Kahuripan diminta menyusun skema penyediaan air yang mampu memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian dan greenhouse yang akan dibangun.
Rudy menilai keberhasilan program ketahanan pangan tidak dapat dilakukan secara parsial. Seluruh sektor harus terintegrasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
"Pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Semuanya harus tumbuh bersama dan saling mendukung agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bogor," tegasnya.***



