PEPO.id — Langkah rekayasa fisik berupa pembuatan parit isolasi menjadi strategi kunci Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam menahan laju kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang.
Penggalian parit dan barikade pengaman ini terbukti ampuh mencegah lidah api merembet masuk ke zona persampahan TPA yang baru.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengonfirmasi bahwa pengerjaan parit pembatas tersebut dilakukan secara maraton sejak Senin malam (7/9/2026) hingga Selasa (8/9/2026) dini hari bersama tim gabungan TNI, Polri, Damkar, BPBD, serta warga lokal.
Baca Juga: Resiko ISPA Mengintai Pekerja Luar Ruangan, Wabup Bogor Siapkan Cek Kesehatan Gratis untuk Warga
Strategi penyekatan zona ini diambil mengingat kompleksitas material sampah yang mudah terbakar serta potensi embusan angin malam yang dapat memperluas sebaran titik api.
“Karena dari tadi malam kita membuat parit, membuat batasan, sehingga api tidak menjalar masuk ke area persampahan yang baru,” tegas Rudy Susmanto di lokasi kejadian.
Berdasarkan inventarisasi bersama hingga Selasa pagi, luas area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai lima hektar. Rudy memperjelas bahwa berkat efektifnya pembuatan parit pembatas tersebut, kobaran api berhasil dilokalisir sehingga tidak menyentuh zona utama TPA Galuga yang memiliki total luas 42 hektar—terbagi atas 4 hektar milik Kabupaten Bogor dan 38 hektar milik Kota Bogor.
Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Tegaskan Nol Korban Jiwa Jadi Prioritas Utama Kebakaran TPAS Galuga
“Luasan yang terbakar sampai tadi pagi kita inventarisir bersama-sama kurang lebih sekitar 5 hektar. Tetapi bukan di dalam kawasan TPA Galuga, melainkan di kawasan luar TPA Galuga,” ungkapnya.
Proses melokalisir api berjalan efektif seiring penurunan jumlah titik api secara drastis sejak tengah malam hingga menjelang subuh.
“Jam 11 malam, titik api cukup banyak. Lalu kita tangani bersama-sama dengan TNI, Polri, Damkar, BPBD, dan beberapa kelompok masyarakat. Jam 12 malam, api sudah mulai dapat dikendalikan. Jam 3 pagi, titik api sudah berkurang cukup banyak. Lalu jam 5 pagi, titik api sudah berkurang lebih banyak lagi,” lanjut Rudy.
Baca Juga: Bangun Akses Pasir Muncang-Taman Safari, Bupati Bogor Ajak Semua Pihak Gotong Royong
Guna menuntaskan pemadaman sisa-sisa kepulan asap di area terisolasi, pengerjaan darat dikombinasikan dengan dukungan pengerahan helikopter water bombing milik TNI Angkatan Udara dari Lanud Atang Sendjaja.
Pemkab Bogor juga memastikan seluruh gubuk peristirahatan di sekitar TPA telah dikosongkan sejak sore hari sehingga musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa.
“Memang tidak ada perkampungan di dalam TPA Galuga, perkampungannya di luar. Tetapi ada beberapa gubuk-gubuk yang digunakan untuk istirahat beberapa masyarakat yang mencari nafkah di TPA Galuga. Kemarin sore sudah kita kosongkan bersama-sama. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran di TPA Galuga,” pungkasnya.***



