PEPO.id — Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat normalisasi saluran air dan penataan jaringan irigasi di sejumlah wilayah sebagai langkah menghadapi musim kemarau.
Program tersebut diprioritaskan untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian dan perikanan, sekaligus mengantisipasi gangguan akibat saluran pengairan yang tidak berfungsi optimal.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pekerjaan normalisasi saat ini dilakukan secara bertahap di sejumlah kecamatan, meliputi Ciseeng, Kemang, Parung, Gunung Sindur, Cariu, hingga Tanjungsari.
Selain memperbaiki saluran air, pemerintah daerah juga melakukan penataan kawasan di sekitar jaringan irigasi agar sistem pengairan dapat bekerja lebih efektif.
Baca Juga: Desa Bojong Koneng Bersiap Sambut Kepala Negara, Bupati Bogor Bergerak Cepat Rapikan Kawasan
"Bogor merupakan kabupaten yang sangat luas dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Saat ini kami sedang melakukan normalisasi saluran air skala besar di wilayah Ciseeng, Kemang, Parung, Gunung Sindur, Cariu hingga Tanjungsari. Bersamaan dengan itu kami juga melakukan penataan saluran irigasi dan penataan wilayah sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Rudy Susmanto, Kamis (2/7/2026).
Menurut Rudy, salah satu fokus utama berada di Kecamatan Cariu dan Tanjungsari. Jaringan irigasi di kawasan tersebut mengairi sekitar 700 hingga 800 hektare lahan pertanian, sehingga menjadi prioritas untuk mendukung produksi pangan selama musim kemarau.
Sementara itu, perhatian juga diberikan kepada kawasan Ciseeng, Kemang, Parung, dan Rancabungur yang dikenal sebagai sentra Minapolitan. Di wilayah tersebut terdapat sekitar 200 hektare kolam perikanan yang sangat bergantung pada pasokan air.
Baca Juga: Rudy Susmanto: Juara IBL 2026 Jadi Bukti Nyata Prestasi Emas dari Kabupaten Bogor untuk Indonesia
Untuk memastikan aktivitas pertanian dan perikanan tetap berjalan, Pemkab Bogor telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk pembangunan jaringan pipanisasi dari beberapa sumber mata air dan pembuatan sumur di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kekeringan.
"Kami ingin memastikan ketika musim kemarau tiba, sawah tetap mendapatkan air dan sentra perikanan tetap bisa berproduksi. Karena itu kami juga menyiapkan pipanisasi dari beberapa mata air serta pembangunan sumur di sejumlah titik untuk mengantisipasi kekeringan di beberapa wilayah Kabupaten Bogor," jelasnya.
Selain mempercepat normalisasi saluran air, pemerintah daerah juga akan menata kawasan bantaran sungai dan saluran irigasi. Langkah tersebut mencakup penertiban bangunan yang berdiri di atas saluran air agar fungsi drainase dan irigasi dapat kembali berjalan secara maksimal.
Melalui program ini, Pemkab Bogor berharap ketersediaan air tetap terjaga selama musim kemarau sehingga aktivitas pertanian maupun perikanan masyarakat tidak terganggu. Di saat yang sama, upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah serta mengurangi risiko bencana yang dipicu terganggunya sistem pengairan.***



