PEPO.id - Di banyak negara, termasuk Indonesia, konsumsi daging anjing dianggap tabu, bahkan haram bagi umat Muslim. Selain alasan agama dan etika, ada juga pertimbangan kesejahteraan hewan dan kesehatan yang membuat konsumsi daging anjing menjadi kontroversial.

Namun, di beberapa negara, daging anjing masih dikonsumsi dan menjadi bagian dari budaya kuliner setempat. Berikut adalah beberapa negara yang masih memperbolehkan konsumsi daging anjing.

1. Tiongkok

Tiongkok adalah salah satu negara yang paling dikenal dengan tradisi konsumsi daging anjing, terutama dalam festival daging anjing di Yulin.

Meskipun mendapat kecaman dari aktivis hak hewan, festival ini masih terus berlangsung setiap tahunnya. Namun, belakangan ini ada peningkatan kesadaran tentang perlindungan hewan, dan beberapa daerah mulai melarang praktik ini.

2. Korea Selatan

Di Korea Selatan, daging anjing masih dikonsumsi oleh sebagian masyarakat, terutama generasi tua. Namun, permintaan terhadap daging anjing menurun drastis seiring dengan meningkatnya kepedulian terhadap hak hewan dan perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih memilih anjing sebagai hewan peliharaan.

3. Vietnam

Vietnam adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang masih banyak mengonsumsi daging anjing. Hidangan daging anjing dapat ditemukan di berbagai restoran, terutama di daerah Hanoi dan wilayah utara Vietnam.

Namun, dengan meningkatnya jumlah pemilik hewan peliharaan, ada seruan untuk melarang perdagangan dan konsumsi daging anjing.

4. Filipina

Meskipun Filipina memiliki undang-undang yang melarang penyembelihan anjing untuk konsumsi manusia, beberapa daerah, terutama di wilayah utara seperti Luzon, masih mempraktikkan tradisi makan daging anjing. Namun, penegakan hukum terhadap larangan ini semakin diperketat.

5. Indonesia (Sebagian Wilayah)

Meskipun mayoritas wilayah Indonesia melarang konsumsi daging anjing, beberapa daerah seperti Sulawesi Utara masih memiliki tradisi makan daging anjing, terutama dalam bentuk hidangan lokal seperti "RW". Namun, tekanan dari kelompok hak hewan semakin meningkat untuk menghapus praktik ini.

Perubahan Global dan Kesadaran Hak Hewan

Meskipun beberapa negara masih mengizinkan konsumsi daging anjing, tren global menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap kesejahteraan hewan.

Banyak aktivis dan organisasi internasional yang berupaya menghentikan perdagangan daging anjing, serta mengedukasi masyarakat mengenai dampak negatif konsumsi daging anjing terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Seiring dengan perkembangan waktu, konsumsi daging anjing semakin ditinggalkan di berbagai negara. Perubahan budaya, kesadaran sosial, dan regulasi yang lebih ketat diharapkan dapat mengakhiri praktik ini di masa depan.***