PEPO.id — Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan dukungan pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah menjadi penggerak percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor. Salah satu proyek yang segera dilaksanakan adalah rekonstruksi total Jalan Tegar Beriman, sebagai upaya meningkatkan kualitas akses transportasi masyarakat.
Menurut Rudy, ruas Jalan Tegar Beriman yang membentang dari kawasan McDonald's hingga Bambu Kuning menjadi salah satu titik yang memperoleh alokasi bantuan melalui program tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis.
"Beberapa ruas Jalan Tegar Beriman mendapatkan bantuan dari Presiden melalui Inpres Jalan Daerah, salah satunya dari mulai McD sampai dengan Bambu Kuning," ujar Rudy Susmanto.
Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Dorong Penataan Parung, Wujudkan Kabupaten Bogor yang Bersih dan Nyaman
Ia menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan bukan sekadar pelapisan ulang aspal. Pemerintah akan merekonstruksi struktur jalan secara menyeluruh karena kondisi konstruksi di bawah permukaan sudah mengalami kerusakan akibat dorongan akar pepohonan yang tumbuh di median jalan.
"Kita rekonstruksi ulang karena aspal dan konstruksi bawahnya sudah terangkat oleh akar-akar pohon yang besar di tengah," katanya.
Selain rekonstruksi Jalan Tegar Beriman, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyiapkan proyek pelebaran jalan dari kawasan Bambu Kuning hingga Citayem. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas jalan sekaligus memperbaiki konektivitas antarwilayah yang selama ini menjadi jalur padat aktivitas masyarakat.
Rudy mengungkapkan, pelebaran jalan akan dibarengi dengan normalisasi sungai di sepanjang koridor tersebut guna memperbaiki sistem drainase serta menciptakan lingkungan yang lebih tertata.
Baca Juga: Pemkab Bogor Percepat Proyek Strategis 2027, Rudy Susmanto Pastikan Tender Dimulai Akhir 2026
Ia meminta masyarakat mendukung rencana pembangunan tersebut karena manfaatnya akan dirasakan secara luas, khususnya bagi warga yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
"Yang berada di ruas jalur tersebut harus bersiap. Ini kepentingan masyarakat banyak. Kami tidak mau mengganggu masyarakat kami sendiri, tetapi warga Citayem juga berhak memiliki sanitasi lingkungan yang baik dan jalan yang bagus," ujarnya.
Meski terdapat bangunan di sepanjang bantaran sungai, Rudy memastikan seluruh tahapan pembangunan akan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat agar proses penataan berjalan dengan baik.
Ia juga menegaskan proyek pelebaran jalan menuju Citayem tidak memerlukan pembebasan lahan. Pasalnya, pembangunan akan memanfaatkan area bantaran sungai yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
"Kebetulan pelebaran jalan Citayem itu tidak perlu pembebasan karena tanahnya masuk bantaran sungai, yang merupakan kewenangan BBWS," tegas Rudy.
Pemerintah Kabupaten Bogor berharap dukungan pemerintah pusat melalui Inpres Jalan Daerah dapat mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperkuat konektivitas wilayah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.***



