PEPO.id - Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan IKN dari Kementerian PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga, memberikan kabar terbaru mengenai kemajuan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga Oktober 2024.
Salah satu proyek yang tengah dikerjakan adalah pembangunan istana untuk Wakil Presiden, yang direncanakan akan ditempati oleh Gibran Rakabuming Raka. Saat ini, proses pembangunan istana tersebut sedang berada di tahap awal persiapan.
Danis menjelaskan bahwa pembangunan IKN dilakukan dengan sumber dana dari APBN dan dari sektor swasta. Sejauh ini, ada 51 investor swasta yang telah memulai groundbreaking di IKN. Dari jumlah tersebut, 16 proyek konstruksi telah dikerjakan dengan progres rata-rata mendekati 87 persen.
Baca Juga: Komisi X DPR RI Dukung Rencana Kenaikan Gaji Guru Tahun 2025, Kesejahteraan Pendidik Jadi Prioritas
Beberapa fasilitas juga sudah selesai dan beroperasi penuh, seperti Hotel Nusantara, pusat pelatihan PSSI, Telkom Smart Office, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 50 megawatt. Selain itu, beberapa fasilitas lainnya seperti hotel, rumah sakit, dan bangunan pendukung juga siap memberikan pelayanan.
Selain proyek yang telah rampung, sejumlah fasilitas masih dalam tahap akhir konstruksi, seperti kompleks perkantoran Bank Indonesia, bandara VVIP, serta RS Abdi Waluyo, Kodim IKN, dan Kodam 4 Mulawarman.
Kompleks kepresidenan yang digunakan dalam upacara 17 Agustus juga hampir selesai, dengan progres mencapai lebih dari 95 persen. Kompleks ini meliputi Istana Garuda, Istana Negara, dan kantor-kantor sekretariat presiden dan negara.
Di sisi lain, pembangunan fasilitas hunian juga terus dikebut, termasuk 47 tower rumah susun untuk ASN yang sebagian besar akan siap pada Desember 2024. Setiap tower memiliki 12 lantai dan mampu menyediakan 60 unit apartemen.
Fasilitas lainnya yang mendukung kelancaran IKN, seperti jalan tol Balikpapan-IKN, Kantor Kementerian Pertahanan, Kantor BIN, masjid negara, dan Bendungan Sepaku Semoi, juga sedang dalam proses pembangunan. Rencana pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif diharapkan selesai pada tahun 2028.
Baca Juga: Ayahanda Uya Kuya Tutup Usia, Perjalanan Terakhir di Tengah Rasa Kehilangan Mendalam
Upaya besar ini diharapkan mempercepat terwujudnya IKN sebagai pusat pemerintahan baru dengan berbagai fasilitas yang modern dan berstandar tinggi.
(Muhammad Ali)




