PEPO.ID — Pemkab Bogor menegaskan komitmennya menjadikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama lima tahun ke depan.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah program kejar paket dan pemberian beasiswa dengan target minimal satu lulusan sarjana di setiap desa mulai 2026.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan peningkatan kualitas manusia merupakan fondasi strategis untuk memperkuat daya saing daerah.

Baca Juga: Rudy Susmanto Terima Brevet Kehormatan Paspampres, Perkuat Sinergi Daerah dan Pusat

Ia menilai pembangunan fisik tidak akan memberi dampak maksimal apabila tidak ditopang SDM yang kompeten dan berdaya saing.

“Investasi paling strategis hari ini adalah investasi pada manusia,” ujarnya.

Menurut Rudy, pembenahan kualitas SDM bukan agenda jangka pendek. Perlu tahapan sistematis dan kesinambungan kebijakan agar hasilnya terasa nyata.

Karena itu, pemerintah daerah mulai memperkuat sistem pendidikan, termasuk membenahi sarana penunjang di berbagai kecamatan.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah rata-rata lama sekolah yang di sejumlah wilayah masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Dorong Gunung Putri Jadi Desa Prototipe Pembangunan di 2026

Pemerintah ingin memastikan generasi muda tidak sekadar mengantongi ijazah, tetapi benar-benar memperoleh akses pendidikan dasar yang layak dan peluang melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

Rudy juga menyoroti masih adanya warga yang belum menamatkan pendidikan formal, bahkan belum memiliki dokumen pendidikan.

Situasi tersebut dinilai berpengaruh pada terbatasnya kesempatan kerja dan peningkatan taraf hidup.

Sebagai solusi, Pemkab Bogor akan menggulirkan program pendidikan nonformal, termasuk kejar paket, mulai 2026.

Skema ini ditujukan bagi masyarakat yang pendidikannya terhenti, agar dapat mengejar ketertinggalan dan memperbaiki rata-rata lama sekolah di tingkat daerah.

Di sisi lain, pemerintah daerah menyiapkan kebijakan beasiswa dengan target minimal satu sarjana di setiap desa.

Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi generasi muda, terutama dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Kita mempersiapkan beasiswa minimal satu sarjana satu desa,” kata Rudy.

Ia berharap kehadiran lulusan perguruan tinggi di setiap desa mampu menjadi penggerak pembangunan lokal.

Selain meningkatkan kapasitas individu, kebijakan tersebut diharapkan menciptakan efek berantai terhadap penguatan kualitas SDM secara menyeluruh.

Tak hanya sektor pendidikan, lima tahun ke depan Pemkab Bogor juga memberi perhatian pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses layanan kesehatan hingga ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Dengan wilayah yang mencakup 40 kecamatan dan ratusan desa, tantangan pembangunan di Kabupaten Bogor tergolong kompleks.

Karena itu, Rudy mengajak seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi dalam memperkuat kualitas hidup masyarakat.

Pemerintah daerah optimistis, penguatan pondasi SDM sejak dini akan melahirkan generasi yang lebih adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi perubahan.

Strategi ini diharapkan bukan hanya meningkatkan capaian pendidikan, tetapi juga memperkokoh ketahanan sosial dan ekonomi daerah dalam jangka panjang.***