PEPO.id — Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Bogor Raya segera direalisasikan setelah lokasi pembangunan di TPA Galuga resmi difinalisasi bersama Pemerintah Kota Bogor dan Danantara Indonesia, Kamis (16/4/2026).

Proyek ini digadang menjadi yang pertama di Indonesia dalam skema pengelolaan sampah berbasis energi.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, langkah ini merupakan terobosan strategis dalam menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi isu krusial di wilayah Bogor Raya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah dan sektor sebagai fondasi utama keberhasilan proyek tersebut.

Baca Juga: Rudy Susmanto Perkuat Sinergi TNI di Rakornis TMMD Ke-128, Dorong Percepatan Pembangunan hingga Pelosok Bogor

“Kita kolaborasi bersama-sama menangani sampah dari Bogor. Hari ini kita finalisasi lokasi PSEL Bogor Raya bersama Danantara. Ini merupakan tindak lanjut dari ide dan gagasan luar biasa Bapak Presiden RI yang disambut baik oleh Danantara Indonesia,” ujar Rudy.

Menurutnya, pembangunan fasilitas PSEL di kawasan TPA Galuga tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah, tetapi juga mengoptimalkan potensi energi yang dihasilkan.

Melalui teknologi ini, sampah akan diolah menjadi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

“Kita bersama-sama membangun pengelolaan sampah menjadi energi listrik di TPA Galuga. Ini bukan hanya untuk Bogor, tapi untuk Indonesia,” tegasnya.

Dalam skema yang disiapkan, proyek ini akan memanfaatkan sebagian lahan milik Pemerintah Kota Bogor sebagai bagian dari integrasi pengelolaan sampah regional.

Baca Juga: Musrenbang Jabar 2027, Rudy Susmanto Optimistis Kabupaten Bogor Jadi Pusat Pertumbuhan Baru di Jawa Barat

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut proyek ini sebagai momentum penting yang membuka babak baru dalam pengelolaan sampah nasional.

Ia menilai PSEL Bogor Raya berpotensi menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia.

“Ini sebuah kesempatan yang sangat baik, sesuatu yang belum pernah terjadi di Indonesia. Atas ide dan gagasan Presiden RI, pembangkit listrik tenaga sampah ini menjadi harapan kita ke depan untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari sampah,” ungkap Dedie.

Dengan dimulainya proyek ini, Bogor Raya diharapkan mampu menjadi pionir dalam transformasi pengelolaan sampah modern.

Selain mengurangi beban lingkungan, inisiatif ini juga diyakini dapat mendorong kemandirian energi sekaligus memperkuat komitmen menuju pembangunan berkelanjutan.***