PEPO.id — Wakil Bupati Bogor Jaro Ade menegaskan pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi (PSEL) dan fasilitas Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT) di Galuga menjadi langkah strategis untuk mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat Bogor Raya.
Komitmen tersebut disampaikan saat Jaro Ade bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau lokasi yang dipersiapkan sebagai pusat pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan berbagai kebutuhan pendukung sebelum proyek memasuki tahap pembangunan.
Menurut Jaro Ade, teknologi yang akan diterapkan dalam proyek ini diharapkan mampu menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan dapat diolah menjadi energi yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Baca Juga: Rudy Susmanto Dorong Alun-alun Tegar Beriman Jadi Ruang Publik Nyaman Sekaligus Sentra Ekonomi
"Hari ini saya berbagi tugas dengan Bupati Bogor, Bapak Rudy Susmanto, untuk menghadiri kunjungan lapangan persiapan pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Bogor Raya. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana," ujar Jaro Ade.
Ia menjelaskan, kunjungan lapangan menjadi bagian penting dari proses persiapan agar seluruh aspek teknis, mulai dari kondisi lahan hingga infrastruktur penunjang, telah siap ketika pembangunan dimulai.
Jaro Ade menilai proyek PSEL dan BBMT merupakan salah satu solusi jangka panjang dalam menghadapi meningkatnya volume sampah di wilayah Bogor Raya. Selain mengurangi timbunan sampah, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan energi baru terbarukan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Melalui peninjauan langsung ke lokasi, kami ingin memastikan kesiapan lahan dan berbagai aspek pendukung agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di masa mendatang," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan proyek ini membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk mempercepat realisasi fasilitas pengelolaan sampah modern tersebut.
"Semoga sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Bogor Raya di masa yang akan datang," ungkapnya.
Kegiatan peninjauan turut dihadiri perwakilan TNI Angkatan Darat, Danantara Indonesia, Sekretaris Daerah Kota Bogor, jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten dan Kota Bogor, unsur Forkopimcam Cibungbulang, serta Kepala Desa Galuga.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor, pembangunan PSEL dan BBMT di Galuga diharapkan menjadi tonggak baru pengelolaan sampah di Bogor Raya. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, proyek ini juga diproyeksikan memperkuat ketahanan energi daerah melalui pemanfaatan energi baru terbarukan dari sampah.***



