PEPO.id - Badai tropis Taliah, yang terbentuk di Samudra Hindia sebelah barat daya Bengkulu, diprediksi akan memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa dan Bali.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), angin kencang dengan kecepatan mencapai 20-30 knot (sekitar 37-55 km/jam) berpotensi melanda kedua pulau tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Dampak Badai Taliah terhadap Cuaca di Jawa dan Bali

Badai Tropis Taliah, meskipun tidak secara langsung melintasi wilayah Indonesia, telah menciptakan pola tekanan rendah yang memengaruhi pergerakan angin di sekitar Samudra Hindia.

Hal ini menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah selatan Jawa dan Bali. Selain angin kencang, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa dan Bali, dengan ketinggian mencapai 2,5-4 meter.

Wilayah-wilayah yang diperkirakan akan terdampak angin kencang antara lain:

- Jawa Barat: Sukabumi, Cianjur, Garut, dan daerah pesisir selatan.

- Jawa Tengah: Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta.

- Jawa Timur: Pacitan, Trenggalek, dan Banyuwangi.

- Bali: Seluruh wilayah Bali, terutama daerah pesisir selatan seperti Badung dan Klungkung.

Peringatan dari BMKG

BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pesisir dan dataran tinggi, untuk waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang, kerusakan atap rumah, dan gangguan transportasi.

Nelayan dan pelayaran juga diharapkan berhati-hati karena gelombang tinggi berpotensi membahayakan kapal-kapal kecil.

Selain itu, BMKG memprediksi peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Jawa dan Bali. Kombinasi antara angin kencang dan hujan lebat dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air.

Langkah Antisipasi

Masyarakat diimbau untuk:

1. Memperkuat struktur rumah, terutama atap dan bagian yang rentan terhadap angin kencang.

2. Menghindari beraktivitas di bawah pohon besar atau baliho yang berpotensi tumbang.

3. Menunda kegiatan pelayaran atau memastikan kapal dalam kondisi aman jika harus berlayar.

4. Memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG melalui website resmi, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial.

Kesimpulan

Meskipun Badai Tropis Taliah tidak secara langsung melanda Indonesia, dampak tidak langsungnya berupa angin kencang dan gelombang tinggi perlu diwaspadai.

Masyarakat di Pulau Jawa dan Bali diharapkan tetap siaga dan mengambil langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kerusakan dan kecelakaan.

Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, dampak buruk dari fenomena alam ini dapat diminimalisir.

Tetap waspada dan selalu pantau perkembangan informasi cuaca terbaru dari sumber resmi untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga.***