PEPO.id — Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, memasuki fase krusial pada hari ketiga penanggulangan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggarisbawahi besarnya tantangan teknis dalam memadamkan titik api yang bersembunyi di lapisan dalam tumpukan limbah padat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengingatkan seluruh personel gabungan dari Pemkab Bogor, Pemkot Bogor, hingga instansi terkait untuk tidak mudah terkecoh oleh kondisi permukaan tanah yang tampak sudah mati.

Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Kebut Pemadaman Galuga Hingga Subuh Agar Truk Sampah Bisa Masuk Lagi

Sifat material sampah yang padat dan gas metana di bagian dalam berpotensi menyimpan bara api tersembunyi (smoldering fire) yang sewaktu-waktu dapat berkobar kembali saat terhempas angin.

Oleh karena itu, proses pendinginan (cooling down) membutuhkan kecermatan tinggi dan penetrasi air bertekanan hingga ke titik kedalaman tumpukan.

“Kita bergerak bersama. Mudah-mudahan seluruh titik api segera tertangani dan aktivitas pengelolaan sampah kembali aman. Yang paling penting, kita jaga lingkungan, kesehatan, dan keselamatan seluruh petugas yang bekerja di lapangan,” tegas Rudy Susmanto di lokasi kejadian, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Rudy Susmanto Apresiasi Seluruh Pihak yang Bantu Tangani Kebakaran TPAS Galuga: Mudah-mudahan kembali aman

Guna menuntaskan ancaman bara bawah tanah tersebut, Pemkab Bogor menurunkan dukungan masif berupa 600 personel gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, serta relawan.

Ratusan petugas ini dikerahkan memperkuat pemadaman di area pengelolaan sampah yang melayani zona Kota Bogor.

Rudy menegaskan, langkah taktis ini juga telah dilaporkan secara resmi kepada Kementerian Lingkungan Hidup melalui Direktur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Ardyanto Nugroho, sebagai wujud komando terpadu lintas tingkat pemerintahan.

Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Pastikan Operasional TPSA Galuga Pulih Bertahap

Ia menekankan bahwa kerja keras mengatasi tantangan geologi sampah di TPA Galuga merupakan komitmen bersama yang harus diselesaikan hingga steril secara menyeluruh.

“Kita tidak bicara Kabupaten atau Kota Bogor. Ini tanggung jawab kita bersama. Mari saling menguatkan dan memastikan penanganan ini berjalan sampai tuntas,” pungkas Rudy.***