PEPO.id - Menteri Pertahanan sekaligus calon presiden, Prabowo Subianto, kembali membantah tegas perannya dalam mencekik dan menampar Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi saat rapat kabinet.

Dalam sebuah acara bertajuk "3 Bacapres Bicara Gagasan" di Universitas Gadjah Mada, Prabowo mengungkapkan keterkejutannya atas rumor tersebut.

"Saya juga kaget, jadi jelas itu tidak benar ya. Tidak pernah ada rapat seperti itu," kata Prabowo di acara 3 Bacapres Bicara Gagasan di UGM.

Prabowo Subianto juga menegaskan dirinya jarang bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian dan lebih banyak berinteraksi dengan menteri lain dibandingkan dengan Wakil Menteri.

Baca Juga: Sinopsis Film Hidayah, Kisah Gangguan Gaib di Suatu Desa hingga Warga Resah

"Kan saya menteri. Aku menteri urusannya sama menteri. Jadi pertemuan saya sama Pak Yasin Limpo hubungan saya sangat baik," tambahnya.

Prabowo Subianto mengaku tidak mengetahui sumber berita palsu tersebut dan bahkan menyebutkan pengalaman pribadinya di masa lalu untuk melontarkan tudingan yang lebih serius.

"Saya dulu difitnah lebih gawat lagi. Mau kudeta lah, mau ini lah, mau itu lah. Sedikit-sedikit mau berontak. Enggak tahu, muka saya muka kudeta kali ya," ucapnya dengan gaya humor khasnya.

Saat ditanya apakah dia akan mengambil langkah hukum terhadap penyebar rumor tersebut, Prabowo memilih untuk mengutip nasihat dari gurunya yang mengatakan bahwa fitnah terhadap dirinya adalah tanda bahwa dia merupakan figur yang diperhitungkan.

Baca Juga: Cara Melacak Ponsel Hilang Menggunakan Nomor IMEI, Dijamin Bisa HP Langsung Ketemu

Prabowo yakin bahwa kebenaran akan muncul dan menimpa orang yang menyebarkan fitnah tersebut.

"Jadi, saya tidak akan mengejar hukum, saya hanya akan menyerahkannya kepada Yang di Atas. Semoga mereka yang menyebarkan berita palsu itu akan mendapatkan pencerahan," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga membantah tudingan tentang insiden tersebut, menyatakan bahwa tidak ada bukti bahwa Menhan Prabowo melakukan pencekikan terhadap wakil menteri.

Presiden Jokowi menyoroti maraknya berita fitnah di tengah situasi politik saat ini dan mengimbau masyarakat untuk memverifikasi kebenaran informasi sebelum menerima mentah-mentah berita yang beredar.

"Memang tahun politik itu banyak berita-berita seperti itu tolong di kroscek, di kroscek kebenarannya jangan diterima mentah-mentah setiap ada berita," tegas Jokowi.***