PEPO.id -- Kasus kali ini yang benar-benar menyayat hati dan ngagetin banget yang mana terjadinya tuh di Desa Tutuyan Boltim, Sulawesi Utara dan yang jadi korban Tifa Azzahra Mokoagow.

Di sini ada seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang dikatakan menghilang. Tapi setelahnya akhirnya ditemukan cuma kondisi kepalanya udah lepas.

Kasus pembunuhan sadis ini terjadi di Sulawesi Utara, tepatnya di Desa Tutuyan, yang mana Boltim singkatan dari Kabupaten Bolang Mongondow Timur.

Insiden pembunuhan sadis ini terjadi di hari Kamis kemarin tanggal 18 januari 2024. Ceritanya sekitar jam 11.00 WITA, ada seorang anak perempuan bernama Tifa Azzahra Mokoagow atau Azzahra yang berusia 8 tahun menghilang.

Baca Juga: Apa Arti dari Kata Cringe yang Trending Topik di X?

Pada hari itu, sedari pagi nih Azzahra pergi dari rumah keluar karena katanya dia tuh mau main ke tempat neneknya yang mana rumah neneknya itu masih di sekitaran daerah rumahnya. Azzahra sendiri dikenal sebagai anak yang pintar dan selalu mendapatkan ranking di kelasnya.

Akan tetapi, sedari tadi dia pergi pagi-pagi ditungguin sama bapaknya di rumah buat makan siang orangnya enggak pulang-pulang. Namun, sudah pas jam makan siang ayahnya Azzahra itu dicoba buat ngecek ke rumah neneknya tetapi sewaktu dilihat ternyata sang gadis malang tersebut tidak ada di rumah neneknya.

Menurut si neneknya, hari itu Azzahra sama sekali belum datang ke rumah. Dari pagi si Zahra keluar rumah bilang mau ke tempat nenek.

Namun, tidak pernah sampai ke rumah neneknya. Mengetahui Zahra enggak tahu keberadaannya di mana, ayah dari Zahra bernama Zulkifli Mokoagow yang merupakan seorang ASN langsung bertanya ke tetang tetangga sekitar lihat Zahra atau enggak.

Kebetulan di dekat rumahnya itu ada rumah tantenya Zahra, juga jadi sekeluarga kayak tinggal di satu lingkungan rumah neneknya. Rumah tantenya juga di situ. Nama tantenya Aning. Jaraknya sekitar 20 meteran darri rumah Zahra.

Baca Juga: Apa itu Hilirisasi? Penjelasan Lengkap Tentang Hilirisasi yang Sering Disebut Gibran saat Debat Semalam

Tante Aning ini mengaku sempat melihat Zara yang katanya lagi ngikutin anak-anak SD yang lebih tua yang pada baru pulang sekolah yang pada saat itu dikira tantenya, Zahra lagi main sama anak-anak SD.

Si tante ini ikutan kaget sewaktu ayahnya bilang si Zahra hilang. Menurut versi si tante Aning nih Zarah itu lewat depan rumahnya dengan memakai dasar warna putih. Sempat ditanyain juga sama si tante Zara mau ke mana kamu dijawab sama si Zara mau ke sana tidak lama kok yang saat itu memang dilihat si Zahra nunjuk ke arah tempat yang ramai anak-anak SD.

Tidak ada rasa curiga, ya tanta Aning masuk lagi ke dalam rumah untuk menjaga anaknya memang masih balita. Jadi tante Aning punya anak juga, namun setelahnya kok bapaknya Zahra bilang Zarah hilang. Sebagai tante, Aning ikut khawatir.

Akhirnya si Tante Ani ini membantu untuk nyari Zahra dengan cara posting ke Facebook miliknya, yang mana memberitakan mengenai keponakannya Zahra hilang kali aja ada teman-teman keluarga tetangga yang lihat.

Singkat cerita, sampai langit sudah mulai gelap kabar mengenai hilangnya Zahra ini udah sampai ke telinga Bupati sana yang bernama Sam Sachrul Mamoto. Semua orang termasuk Bupati Alul ini ya turut ikut apa ya khawatir dengan hilangnya Zahra.

Baca Juga: Wajah Depresi Mpok Atiek Dengar Ramalan Kematiannya Mendekat, Psikolog Lita Gading Bakal Surati KPI Soal Roy Kiyoshi

Akhirnya mereka semua berkumpul di rumah keluarganya pak Zulkifli ayahnya Zahra tuh soalnya kasus hilang anak di sana semacam enggak biasa jarang.

Kebetulan, Bupati Sam Sachrul Mamoto dulunya pernah punya pengalaman sebagai jurnalis kriminal. Jadi menurut sang Bupati, Zara ini bukan hanya sekedar anak kecil tersesat hilang.

Ia curiga ada sangkut pautnya dengan apa tindakan kriminal yang mungkin penculikan atau yang lebih parah daripada itu maka dari itu.

Dirunut lah siapa yang terakhir kali melihat Zahra coba bawa ke sini ya. Karena tadi saksi matanya kan hanya si tantenya sendiri.

Jadilah tantenya Zahra dipanggil ke rumah sebagai orang yang dianggap terakhir kali melihat keberadanya Zahra. Tapi si tante ini tuh ditungguin baru sekitar 20 menitan datang. Jadi cukup lama, padahal mengingat lokasi rumahnya tidak jauh sekitar 20 meteran dari rumahnya Zahra.

Pas awal datang, tantenya ini langsung salim ke Pak Bupati, lalu habis itu si tante duduk di sebelah Pak Bupati.

Ditanya oleh Pak Bupati jam berapa Anda lihat Zahra terakhir kali yang dijawab sama tante Anin persis sama apa yang tadi diceritain tuh ke Pak Zulkifli. Namun, selama ditanya-tanyain itu entah kenapa Bupati Sam Sachrul mengaku sedikit menaruh curiga kepada Tante Ani.

Pertama karena tantenya ini kan sebenarnya masih saudara ya jatuhnya sama Zahra, dan dia adalah orang yang terakhir kali mengaku melihat Zahra. Tapi kok bisa-bisanya di saat rumahnya Pak Zulkifli rame-rame sama warga karena khawatir nih menunggu kepulangannya Zahra, tantenya justru tidak kelihatan tuh batang hidungnya.

Waktu pada sore hari, orang-orang pada keliling nyariin Zahra. Tapi, tante Aning tidak pernah membantu cariin, lebih kayak cuma nyari lewat posting di sosial media Facebook-nya.

Lalu, kejanggalan kedua selama ngomong sama Pak Bupati, nafas tantea Aning ini kelihatan kayak berat dan mukanya pucat. 

Lalu terlihat si tante seperti ngarang cerita dan tidak berani nantap lawan bicara di depannya. Apalagi, ditambah sesekali sang Bupati seperrti mencium adanya aroma-aroma bau-bau anyir.

Singkat cerita, ada orang yang kesurupan yang merupakan warga situ bilang kalau Zahra katanya ada di dekat pohon kelapa. Namun ternyata setelah ditelusuri dari omongannya, memang jaraknya sekitar 300 meteran dari rumah, ditemukan jenzah Zahra dengan kondisi miris. 

Kondisi Zahra dengan leher terputus. Selain itu, kedua kupingnya juga berdarah seperti anting yang menempel ditarik. Selain itu, kepala dari Zahra juga putus dig*rok.

Plotwist dari kisah ini ternyata tantenya sendiri yaitu Aning yang tega menghabisi nyawa dari keponakannya sendiri.

Tente aning tega menghabisi nyawa keponakannya sendiri karena ingin mengambil harta benda yang menempel di badan Zahra.

Jika ditotal, emas yang dipakai Zahra nilainya kurang lebih Rp3 jutaan. Emas yang diambil dari badan keponakannya itu lalu dijual. Uang hasil jual emas dibelikan oleh sang tante HP baru.