PEPO.id - Suasana di kantor baru-baru ini menjadi ramai, berbicara dan tertawa.
Ini terjadi karena ada karyawan baru dan orang mengatakan mereka cantik dan seksi.
Bahkan dikatakan bahwa dia bisa datang ke kantor saya karena kecantikannya.
Apalagi dia belum punya pasangan, yakni janda cilik yang baru saja bercerai.
"Namanya Kirana, lu harus lihat kalau dia lagi jalan John," kata seorang teman.
Baca Juga: Wisata Kuliner Pati Populer yang Bisa Coba, Selalu Ramai Dikunjungi Wisatawan
Awalnya, saya tidak seantusias rekan-rekan lainnya.
Namun, begitu melihat wanita ini, mata saya langsung terkagum-kagum dengan kecantikannya.
"Pantas saja jadi bahan obrolan anak-anak, memang bahenol ternyata," kataku dalam hati.
Beberapa bulan kemudian, saya ditugaskan di cabang Yogyakarta bersama Kirana.
Mengetahui saya akan bekerja dengan Kirana, rekan kerja saya langsung marah.
Baca Juga: Ekspresi Tiara Andini Sedih Usai Ziva Magnolya Sebut Ingin Punya Keponakan: Ayo Bikin Anak
"Johny sama Kirana ke Yogyakarta, bisa habis si Kirana," ujar teman kantorku.
Saya tidak berniat dekat dengan Kirana karena saya sudah punya istri dan anak.
Saya tidak ingin mengkhianati kesetiaan istri saya selama 7 tahun.
Ketika hari keberangkatan tiba, saya dan Kirana naik kereta menuju Yogyakarta.
Sesampai di sana, kami langsung menuju ke hotel yang telah dipesan oleh kantor.
Badan terasa lelah dan membuat ingin segera berbaring.
Namun, baru saja aku hendak memejamkan mata, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar hotelku.
"Mas Johny, aku boleh tidur sini saja?" tanya Kirana.
Baca Juga: Kuliner Pati Terbaik yang Cocok untuk Dijadikan Tempat Buka Puasa Bersama
"Kenapa emang?" jawabku.
"Aku takut tidur sendiri. Takut hantu," jawabnya.
Aku tak langsung mengiyakan permintaan Kirana.
Setelah beberapa saat berpikir, aku pun memperbolehkannya tidur di kamar hotelku.
Aku meminta Kirana untuk tidur di kasur, sedangkan aku tidur di sofa sebelahnya.
Namun, Kirana menolak, dia memintaku untuk tidur di sebelahnya.
"Mas di sini aja, di sebelahku. Kalau di sana, aku masih takut," jawabnya.
Saat Kirana mengatakan hal itu, aku mulai berpikir yang tidak-tidak.
Aku menduga bahwa Kirana memang sengaja ingin tidur berdua bersamaku.
Baca Juga: Nathalie Holscher Tolak Ajakan Nikah Faris, Kode Ingin Rujuk Kembali Dengan Sule
Entah apa yang merasukiku saat itu, tubuhku tiba-tiba langsung menuju kasur dan tidur di sebelah Kirana.
Tanpa aba-aba, tubuh Kirana memelukku, bibirnya pun langsung mengarah di telingaku.
"Mas pasti ingin ini kan? Aku juga," bisik Kirana.
Kirana langsung menyerang titik lemahku dan aku pun langsung bergairah.
Tanpa pikir panjang, aku langsung melepas semua baju Kirana.
"Lepasin baju mas ya," kataku.
Malam itu, di kamar hotel tubuhku bersatu dengan tubuh Kirana.
Tak peduli karena nafsu atau perasaan, yang penting aku bahagia malam ini.
Baca Juga: 10 Kuliner Legendaris Pati yang Wajib Dicoba, Soal Rasa Gak Perli Diragukan
Kirana terus mendesah dan memanggil-manggil namaku. Dia memintaku untuk menjambak rambutnya yang panjang.
Malam itu berlalu dengan penuh keringat dan suara decitan kasur.
Pagi harinya, aku meminta Kirana untuk kembali ke kamarnya.
Entah kenapa, setelah kejadian semalam, aku merasa sangat bersalah pada anak dan istriku.
Aku merasa menjadi seorang suami yang gagal menjaga kesetiaan istrinya.
Urusan pekerjaan di Yogyakarta pun aku jalani dengan penuh rasa bersalah.
Setelah semua urusan di Yogyakarta selesai, aku pun langsung kembali ke Jakarta.
Kali ini, aku pulang sendiri tanpa Kirana.
Sesampainya di rumah, aku langsung meminta maaf pada istri dan anakku.
Istriku pun bertanya-tanya, tapi aku tak menjelaskan hal yang sebenarnya.
Setelah ini, aku juga menjaga jarak dengan Kirana.
Di luar urusan pekerjaan, aku tak akan lagi mau bertemu dengannya.***

