PEPO.id - Ini bisa menjadi sangat gila ketika Anda tidak memiliki kendali atas dunia romansa. Jadi, jangan mudah lumpuh. Saya memiliki kondisi ini ketika saya masih muda.

Karena, dirayu bupati di daerah saya. Bupati bernama Hilda, dan dia adalah seorang janda tanpa anak. Hilda adalah seorang janda muda dengan sosok yang cantik.

Jadi, semua orang bakal tergoda olehnya terutama aku. "Aku harus mendapatkan Hilda," pikirku.

 

Saya adalah walikota pada saat itu dan menjadi bos Hilda. Saya sering bekerja dan bertemu hingga larut malam bersama.

Baca Juga: Smartphone Gaming Baru ROG Phone 7 Segera Rilis di Indonesia, Catat Tanggal dan Harganya

Saya mencoba menarik perhatian Hilda dan membuatnya berselingkuh. Alasannya adalah saya sudah memiliki kekasih, dan saya akan mengucapkan janji suci pernikahan bersama dalam waktu dekat.

Dalam waktu dua bulan saya memaksimalkan mencari cinta yang lain. Meski nanti, aku akan pergi.

Hill mencapai tujuan saya. Ternyata, saya sering mencoba menghubunginya langsung atau via chat ponsel.

Seiring berjalannya waktu dan saya sering bepergian, bar Hilda sepertinya jatuh cinta pada saya. Ketika saya makan bersamanya, saya menyatakan cinta saya.

Baca Juga: Indra Bekti Ngaku Tak Rela Aldila Jelita Nikah Dengan Orang Lain, Ruben Onsu: Belum Bisa Move On?

"Hilda maukah kamu menjadi pacarku?," tanyaku.

"Waduh mas, cepat sekali ya sudah mengutarakan cinta. Padahal baru satu bulan kenal," timpal Hilda.

"Iya, cinta tidak bisa diukur dengan waktu bisa datang tiba-tiba," kataku.

"Mas, aku belum bisa memberikan jawaban, ya. Aku mau meyakinkan hatiku. Berikan aku waktu paling lambat dua minggu," kata Hilda.

Baca Juga: Rekomendasi OOTD Batik Kerja Wanita, Kini Bisa Tampil Makin Modern dan Elegan

"Oke," kataku.

Akan tetapi, durasi yang diberikan Hilda membuatku makin dekat dengan waktu pernikahan.

Pada akhirnya Hilda mengajakku bertemu. Aku pun menurutinya. Benar saja, Hilda memberikan jawaban atas ungkapan hatiku.

"Mas, aku mau menjadi pacarmu," kata Hilda.

Aku bingung bukan kepalang. Sebab, aku sudah memutuskan tidak lagi mendekati Hilda.

"Maaf Hilda, dua minggu lagi aku akan menikah. Jadi, tidak bisa bersamamu," kataku.***