PEPO.id - Nama saya Dinda, saya sudah lama jomblo dan merasa bisa melalui semuanya sendiri.

Sampai suatu hari, saya melihat sosok yang saya inginkan. Dia dosen saya di kampus, namanya Pak Herto. Saya pikir dia berusia lima tahun.

Meskipun demikian, Pak Herto terlihat sangat ramah dan tampan. Itu sebabnya aku menyukainya.

Sayangnya dia sudah memiliki dua anak seusiaku. Namun, saya tidak peduli dengan status.

Baca Juga: Daftar BPJS Kesehatan Secara Online Ternyata Caranya Mudah Loh

"Cinta ya cinta aja, enggak pandang umur," pikirku kala itu.

 

Suatu sore, seusai kelas, saya memberanikan diri untuk mendekatinya. Dia jantan, terong menyembul dari celana bahannya.

Entah kenapa, dia selalu membawa terong kemanapun dia pergi. Terong besar itu terlihat sangat enak, saya ingin segera mencobanya.

"Pak, apakah Bapak punya waktu? Saya ingin bertanya terkait kuliah sebelumnya. Saya kurang mengerti bagian ini," ujarku sambil menyodorkan buku paket yang jarang aku buka.

Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Soto Kudus, Kuah Bening Dengan Cita Rasa Segar Bikin Makan Makin Nikmat

 

Pak Herto menjawab, oh ya bagian ini harus dipelajari dari halaman 25, karena itu akan ada di tes selanjutnya.

Tiba-tiba keinginan saya menjadi melonjak. Mendengar penjelasannya saja sudah membuat saya ingin mencoba terong Pak Herto.

Aku mencoba menggodanya dengan senyum manis sambil menjelaskan.

"Pak, bagaimana jika kita ke hotel A, di sana bapak bisa memberi pelajaran lebih untuk Saya," jelasku.

Baca Juga: 13 Wisata Terindah di Ambon, Jadi Tempat Favorit Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Namun sayang, dia hanya diam dan menatapku, beberapa saat kemudian dosenku itu berlalu sambil menarik tanganku.

"Saya tidak suka di hotel, ayo kita lakukan di dapur kantin saja," ujarnya sambil memberi kedipan genit kepadaku.

Aku pun mengikutinya sambil membuka kancing bajuku. Aku merasa cantik hari ini dan siap merasakan terong goreng crispy yang kerap dia buat untuk makan siangnya.***